Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Talisayan Jadi Kabupaten Pesisir Selatan
AKSI tandatangan warga yang dibubuhkan di atas kain, sebagai bentuk dukungan mereka terkait rencana pemekaran Talisayan menjadi Kabupaten Pesisir Selatan
AKSI tandatangan warga yang dibubuhkan di atas kain, sebagai bentuk dukungan mereka terkait rencana pemekaran Talisayan menjadi Kabupaten Pesisir Selatan

Talisayan Jadi Kabupaten Pesisir Selatan

Wilayah Pesisir Ingin Pisahkan Diri dari Berau

TANJUNG REDEB – Wacana pemekaran kecamatan Talisayan menjadi kabupaten Pesisir Selatan, terus bergulir. Sampai dengan kemarin, mereka terus mengumpulkan tandatangan, untuk membuktikan persetujuan mereka terkait pemekaran Talisayan. Alasan ingin memisahkan diri dari Berau, lantaran jauhnya jarak ke Tanjung Redeb, untuk mengurus administrasi.
Sampai dengan sekarang, sudah tercatat ratusan tandatangan warga kecamatan Talisayan, yang diberikan sebagai bentuk dukungan. Mereka beramai-ramai menandatangani kain yang disediakan.
“Masyarakat di sini sangat mendukung dilakukan pemekaran. Apalagi, akses yang ditempuh cukup jauh, untuk ke Kabupaten Berau,” kata Koordinator Aksi Pemekaran, Bahruzaman, kemarin.
Alasan lain yang mendasari keinginan untuk berpisah dari Berau, bahwa dengan dilakukannya pemekaran wilayah, akan menaikkan ekonomi masyarakat pesisir. Masyarakat optimistis, dengan pemekaran Talisayan menjadi kabupaten Pesisir Selatan, memudahkan mereka melakukan dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Dengan mekarnya Talisayan ini menjadi kabupaten tersendiri, tentu akan meningkatkan kualitas ekonomi di daerah kami. Selama ini ekonomi di Talisayan cukup sulit untuk berkembang,” ungkapnya lagi.
Terpisah pelaksana tugas Camat talisayan Husdiono mengatakan, dia mendukung apapun keputusan yang diinginkan dan disampaikan masyarakat. Meski memang secara pribadi, Husdiono juga menyetujui adanya usulan pemekaran itu.
“Kalau saya setuju jika masyarakat memang mau, kan semua kembali kepada masyarakat. Kami pemerintah kami hanya menampung aspirasi masyarakat dan menyampaikan kepada Bupati,” ungkapnya.
Husdiono mengatakan apabila sudah dilakukan pengumpulan tandatangan, itu menandakan masyarakat memang menyetujui diadakannya pemekaran. “Kami akan lakukan komunikasi dulu ke kepala-kepala kampung yang ada di sini. Apakah sudah yakin atau belum melakukan pemekaran. Ya lihat saja nanti, apakah disetujui atau tidak,” pungkasnya. (mh216)