Home >> Ekonomi kaltim >> Tanaman Hias, Antara Hobi dan Usaha
JADI USAHA: Komoditas tanaman hias memang tidak pernah mengenal waktu. Selalu ada permintaan. Tidak mengherankan jika kegemaran memelihara tanaman hias bisa berujung menjadi bisnis yang menggiurkan
JADI USAHA: Komoditas tanaman hias memang tidak pernah mengenal waktu. Selalu ada permintaan. Tidak mengherankan jika kegemaran memelihara tanaman hias bisa berujung menjadi bisnis yang menggiurkan

Tanaman Hias, Antara Hobi dan Usaha

TENGGARONG – Dari sekian banyaknya pengusaha yang menjual teknologi sebagai komoditasnya, ada banyak pula pengusaha yang menjual tanaman untuk ditawarkan ke pembeli. Contohnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Loa Kulu, Kukar. Beberapa wirausahawan berada disini dengan menjadikan tanaman sebagai komoditasnya.
Berbagai macam tanaman ditawarkan kepada pembeli, namun yang paling banyak dicari adalah tanaman hias yang bisa berupa bunga maupun tanaman lainnya.
Bunga hias biasanya dicari oleh para pembeli sebagai penghias rumah. Bunga yang menjadi primadona adalah Bougenville Farigata atau biasa disebut Bunga Kertas. Bunga Bougenville yang memiliki tinggi satu meter dan memiliki empat sampai lima warna bisa dibanderol harga sampai Rp. 350 ribu. Jumono, salah satu penjual bunga di Desa Sumber Sari pun membenarkan hal ini. “Tergantung variasi warna, tinggi dan motifnya,” katanya.
“Yang memiliki tujuh warna dan tinggi satu meter biasanya berharga Rp. 450 ribu, tapi pembeli biasanya suka yang masih kecil, yang masih berukuran sekitar 30 cm,” ujarnya.
Selain bunga Bougenville, ada beberapa bunga yang dicari oleh pembeli. Mawar, Melati Jakarta, Pucuk Merah terkadang juga laris dibeli. Konsumen yang datang untuk membeli bunga hias biasanya dari sekitar kota Tenggarong, Samarinda dan Bontang.
Berbagai harapan disampaikan oleh para penjual bunga ini, salah satunya adalah adanya lahan strategis untuk membudidayakan bunga dan tanaman hias. “Kami berharap adanya lahan strategis yang disediakan oleh pemerintah maupun perorangan untuk pengembangan budidaya tanaman hias ini, kalaupun memang harus sewa kami siap,” kata Jumono. “Lahan ini bisa digunakan oleh para pembudidaya bunga dan tanaman hias untuk bersama – sama mengembangkan bisnis secara bersama – sama di satu tempat. Selain bisa untuk mempercantik tata ruang daerah, pembudidaya pun bisa mendapatkan tempat untuk berjualan,” tambahnya. (ted1116)