Breaking News
Home >> Football kaltim >> Tanpa Yogi di Makassar
open

Tanpa Yogi di Makassar

TENGGARONG – Mitra Kukar tak menyertakan penyerang andalannya Yogi Rahadian berangkat ke Makassar. Yogi harus menepi lantaran akumulasi kartu saat Mitra menghajar Persegres Gresik United, 2-1, di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang.
Absennya Yogi tersebut sangat disayangkan karena di beberapa pertandingan terakhr pemain asal Palembang tersebut bermain bagus dan bahkan mendapatkan kepercayaan dari Pelatih Kepala Jafri Sastra untuk bermain sejak menit awal di dua laga terakhir.
“Sayang sekali Yogi absen melawan PSM. Padahal waktu breefing sebelum melawan Gresik United sudah kita ingatkan agar berhati-hati untuk tidak menerima kartu kuning,” kata Jafri.
Namun Jafri memaklumi apa yang menimpa anak asuhnya itu. Menurutnya Yogi selalu bersemangat dan ingin menunjukan kalau dirinya bisa seperti pemain lainnya. “Dia masih muda dan sangat bersemangat. Dia terus meningkatkan kualitas setiap latihan dan setiap kali dipercayakan untuk bermain,” tutur pelatih yang sempat menukangi Persipura Jayapura pada putaran pertama kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini.
Meski demikian, tidak ada nampak kecemasan dari wajah Jafri walaupun laga melawan PSM sangat menentukan bagi Naga Mekes. Sebab, jika kalah maka dipastikan lawannya tersebut akan menyalip di klasmen sementara, karena kedua tim hanya selisih satu poin saja.
Jafri tidak pernah bergantung pada satu atau dua pemain. Dia selalu memaksimalkan pemain yang ada ketika pemain reguler berhalangan bermain. “Kita masih ada pemain lainnya yang setipe dengan Yogi, ada Dinan Javier, Setmot. Ada juga Anindito yang bisa bermain di posisi flang (sayap, Red.), jadi tidak ada masalah,” ungkapnya.
Iya, Yogi terpaksa absen satu laga setelah menerima kartu kuning ketiganya dari wasit Dafid Priatmoko asal Semarang, saat melawan Persegres Gresik United, Minggu (21/11) malam lalu.
Saat itu, Dafid memberikan kartu kuning pada menit ke 52, karena menilai Yogi dengan sengaja menendang bola ke dalam gawang yang dijaga Satria Tama Hardianto, padahal waktu itu wasit sudah meniup peluit karena Yogi dalam posisi terperangkat offside. (ale)