Home >> Headline >> Target Runway Meleset karena Cuaca
GUBERNUR Awang Faroek meninjau Bandara APT Pranoto di Sungai Siring, rabu (30/11). Dalam kunjungan itu, diketahui target perampungan runway bandara meleset alias tak sesuai target. Semoga tak mangkrak lagi.
GUBERNUR Awang Faroek meninjau Bandara APT Pranoto di Sungai Siring, rabu (30/11). Dalam kunjungan itu, diketahui target perampungan runway bandara meleset alias tak sesuai target. Semoga tak mangkrak lagi.

Target Runway Meleset karena Cuaca

Dari Kunker Gubernur Kaltim ke Bandara APT Pranoto

SAMARINDA – Pemprov Kaltim target rampungkan pembangunan landasan pacu (runway) sepanjang 1.250 meter pada awal Januari 2017. Namun, target tersebut meleset, karena cuaca. Hasil kunjungan kerja (kunker) Gubernur Awang Faroek Ishak ke Bandar Udara APT Pranoto di Sungai Siring, Samarinda Utara, Rabu (30/11) itu tak sesuai harapan. Landasan pacu yang terbangun masih 950 meter. Dengan panjang lintasan itu, diyakini tak mampu digunakan untuk mendaratkan pesawat jenis Boeing.
“Kita target 1.250 meter itu selesai awal Januari 2017. Tapi, yang sudah rampung hanya 950 meter. Sambil selesaikan 200 meter yang tersisanya, kita akan tuntaskan seluruhnya. Semoga tak ada kendala. 10 Januari 2017 pindahkan Bandara Temindung,” ujar Awang kepada sejumlah medis, kemarin.
Dikatakan, saat ini progress runway BSB dalam tahap perkerasan lintasan dan pengeringan pori-pori tanah. “Kami berharap 2017 sudah selesai, akhir 2017 sudah bisa diresmikan seluruhnya. Itu target kami,” tegas Awang. Sementara itu, Wakil Manajer Proyek Bidang Engineering APT Pranoto, Erfianto menambahkan, persoalan dihadapi hingga target meleset karena perkerasan jalur dan masalah cuaca.
“Penimbunan pasir selesai, saat ini pemasangan aprin untuk alirkan air pori untuk disalurkan ke luar bandara. Mungkin dua hari lagi selesai,” tambahnya.
Toto, sapaan akrabnya menambahkan, usai pekerjaan disebutkan, pihaknya akan lanjutkan pemasangan pipa sepanjang 50 meter. Sebab, di kedalaman tanah 15 meter masih didominasi gambut. Air gambut itulah yang kemudian diperas untuk selanjutnya dibuang di luar runway.
Target 2017 rampung, Toto justru pesimistis. Paling tidak, jika 950 meter runway sudah selesai, masa uji coba minimal enam bulan setelah runway jadi. Kendala teknis yang ditakutkan adalah pengikisan sisi kanan dan kiri runway. “Yang ditakutkan terjadi longsor di sisi kanan dan kiri runway, khawatirnya menarik badan runway. Itu yang bahaya,” tukas Selain itu, Toto menyebut cuaca kurang bersahabat juga menjadi kendala. Pasalnya, jika hujan, dikhawatirkan akan menambah volume air dalam tanah. “Karena, yang kami kerjakan tidak hanya runway, tapi sisi kiri dan kanan runway juga,” tambahnya. (amb)