Home >> Akademika >> Tataboga SMKN 1 Tenggarong Jadi Pelopor

Tataboga SMKN 1 Tenggarong Jadi Pelopor

Kuliner di Kukar Perlu Dilestarikan

TENGGARONG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Tenggarong tengah mengembangkan satu jurusan yang nantinya diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang andal di bidang kuliner. “Dengan adanya rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Konsultan dari SMK Wikrama Bogor, pada tahun 2014 lalu kami sudah membuka jurusan Tataboga yang mempelajari tentang masakan, baik itu lokal maupun kontinental (internasional),” ujar Hidding, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Tenggarong kepada Koran Kaltim Rabu (30/11) kemarin.
Tujuan dari SMKN 1 membuka jurusan Tataboga sendiri adalah untuk menonjolkan potensi wisata kuliner di Kukar. “Kutai Kartanegara belum ada SMK yang membuka jurusan Tataboga, jadi diharapkan nantinya siswa dan siswi di jurusan ini menjadi pelopor yang mampu menonjolkan bahwa potensi wisata kuliner di Kukar ini,” ujar Hidding.
Yanti, guru di jurusan Tataboga SMKN 1 Tenggarong mengatakan jika dia mengajari muridnya agar memperhatikan nilai gizi dan cita rasa. “Perbandingan antara gizi dan cita rasa dalam masakan kami adalah 70 : 30, 70 persen gizi dan 30 persen cita rasa,” ujarnya.
“Saya juga menjelaskan berbagai latar belakang dalam memasak, baik itu peralatan, bahan dan cara penyajian. Selain itu, saya selalu menekankan kepada para murid untuk selalu kuat mental dalam menghadapi dunia kuliner ini,” kata Yanti.
Jurusan Tataboga ini baru memiliki tiga guru dan 61 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas 10 dan 11. Hidding mengaku bahwa saat ini masih kekurangan kelas sehingga murid yang masuk masih dibatasi demi produktifitas.
Berbagai alasan diungkapkan oleh murid yang masuk ke dalam jurusan ini, salah satunya adalah Ramla, gadis kelas 11 ini mengatakan bahwa alasan dia memasuki jurusan Tataboga adalah untuk mempelajari masakan lokal Indonesia. Berbeda dengan Ramla, Septiani mengatakan bahwa dia lebih cenderung dengan masakan kontinental, karena cukup sederhana namun memiliki tantangan yang cukup tinggi.
Berbicara mengenai visi kedepan, Pihak sekolah akan mencoba membuatkan sebuah tempat bagi anak – anak di jurusan tataboga untuk berkreasi dan menjual masakannya. “Rencana pihak sekolah kedepan adalah membuat semacam ruko untuk anak – anak ini. Diharapkan dengan bantuan pemerintah dan pihak terkait, semoga rencana ini mampu terlaksana,” ujar Hidding. (ted1116)