Home >> Gaya hidup >> Tempat Mandinya Tentara Jepang
ANAK Sungai Kaki Naue yang terdapat di Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara pernah digunakan tentara Jepang untuk mandi di zaman penjajahan. (FOTO: ISTIMEWA/Kompas TRAVEL)
ANAK Sungai Kaki Naue yang terdapat di Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara pernah digunakan tentara Jepang untuk mandi di zaman penjajahan. (FOTO: ISTIMEWA/Kompas TRAVEL)

Tempat Mandinya Tentara Jepang

Anak Sungai Kaki Naue Dulunya jadi Sumber Mata Air

BAUBAU – Suara gemercik aliran anak sungai yang mengalir terdengar hingga ke jalan utama desa. Rimbunan daun pepohonan di sekitar aliran sungai ini menambah keadaan menjadi lebih sejuk dan teduh. Air sungai ini terlihat jernih saat mengalir di atas bebatuan yang telah berlumut.
Walaupun demikian, dahulu sungai ini merupakan sumber mata air bagi warga Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.
Menurut penuturan seorang warga, La Ode Muhlar, aliran sungai ini tak pernah mengalami kekeringan walaupun di musim kemarau. Sehingga di tahun 1950, anak sungai ini yang bernama Kaki Naue ini menjadi sumber mata air bagi Kecamatan Batauga.
“Sebelum pipa air masuk, banyak warga desa menjadikan Sungai Kaki Naue menjadi tempat mandi, mencuci dan mengambil air minum. Sampai sekarang, masih ada yang mengambil air dari sini,” kata Muhlar, akhir pekan kemarin, seperti dikutip dari kompas Travel.
Anak Sungai Kaki Naue ini tidak terlalu besar, lebarnya hanya sekitar 4-5 meter saja. Walau demikian, sungai ini pernah digunakan oleh tentara Jepang untuk mandi waktu di zaman penjajahan.
Hal ini terdapat fondasi bangunan sisa zaman Jepang tak jauh dari sungai tersebut. “Bangunan itu dulu digunakan tentara Jepang sebagai ganti baju kalau mereka sudah selesai mandi di sungai itu,” ujarnya.
Saat ini, Sungai Kaki Naue ini tidak saja digunakan warga sekitar saja, namun warga dari Kota Baubau juga menikmati sungai tersebut dengan mengadakan rekreasi di tempat tersebut.
Memang sekitar sungai, sangat sejuk karena banyak pohon beringin tumbuh diatas bebatuan aliran sungai tersebut. Jaraknya yang sangat dekat dengan jalan utama desa ini membuat siapa saja yang melintas, akan singgah selain singgah berteduh juga menikmati udara sejuk di sekitar aliran sungai tersebut.
Seperti yang dilakukan, Baladil dari Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau. “Saya mau ke Sampolawa, hanya tadi lihat sungai dan teduh jadi saya singgah ternyata udaranya di sini sejuk. Tadi saya sempat cuci muka juga, ternyata air sungai ini dingin juga,” ucap Baladil.
Nah bagi anda yang suka melakukan perjalanan ke Buton Selatan, jangan lupa menyempatkan diri untuk melihat Sungai Kaki Naue yang pernah digunakan tentara Jepang. (kcm)