Home >> Headline >> Terduga Teroris Sembunyi di Penajam

Terduga Teroris Sembunyi di Penajam

Diduga Terkait Bom Oikumene, Diringkus Densus 88 Polda Kaltim

PENAJAM – Detasemen Khusus (Densus) 88 dan Gegana Polda Kaltim, Jumat (18/11) sekitar Pukul 09.00 WITA menyasar rumah Marjito (40) di Desa Girimukti, dekat PLTD Petung Silkar, Penajam Paser Utara (PPU). Dua terduga teroris, yakni Jo (30) dan Ro (20) diketahui sebagai warga Samarinda itu ternyata sembunyi dalam pelariannya sejak dua hari lalu. Diduga kuat, keduanya terkait jaringan Juhanda (32) pelaku bom molotov di Gereja Oikumene, Loa Janan Ilir, Ahad (13/11) lalu.
Kapolres PPU, AKBP Teddy Ristiawan kepada media ini menjelaskan, kedua tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat digerebek di lokasi persembunyian di salah satu rumah warga. Bahkan, dua hari terakhir kedua terduga telah dibuntuti Densus 88 sejak dari Samarinda usai teror bom yang melukai 4 balita, satu diantaranya meninggal dunia. “Delapan anggota Densus 88 dan Gegana Polda Kaltim yang menangkap, dibantu Polres PPU untuk amankan lokasi penangkapan,” ujarnya.
Dibeberkan, penangkapan kedua terduga baru dilakukan karena beberapa pertimbangan, dan mencari waktu yang tepat. Kedua tersangka yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang sayur. Selama di PPU, keduanya bekerja menjadi penjaga kebun sawit milik Marjito.
Mereka menjadikan PPU sebagai lokasi persembunyian karena Samarinda telah digeledah Densus 88 Polda Kaltim. “Sejak Kamis (17/11) lalu, kami backup Densus 88 amankan dua terduga teroris melarikan diri dari Samarinda,” katanya.
Informasi berhasil dihimpun media ini menyebut, kedua terduga teroris sebelumnya berangkat dari Samarinda pada Kamis (17/11) melalui Sepaku Semoi dengan menumpang kendaraan truk. Keduanya melarikan diri dari Samarinda dan menetap di rumah warga di Desa Girimukti dengan alasan bekerja di kebun sawit.
Sementara itu, Marjito mengaku selama dua hari dia tak tahu jika kedua penjaga kebunnya itu terduga teroris yang melarikan diri dari kejaran polisi. Bahkan, Marjito mengaku diminta saudaranya berinsial Ti (30) di Samarinda untuk pekerjakan kedua terduga teroris yang rencananya hendak menetap di kabupaten tersebut.
“Petugas amankan tas berisi pakaian dari kedua terduga. Hingga kini keduanya masih bungkam dan tak mau beri informasi,” tambah Teddy.
Aksi pegawalan ketat Densus 88 dan Gegana Brimob Polda Kaltim terhadap dua terduga teroris dikawal ketat dalam perjalanan PPU ke Mako Brimob Polda Kaltim di Balikpapan.
Sekira Pukul 14.40 WITA tiba di Mako Brimob Polda Kaltim, kedua terduga teroris tiba dengan tangan diborgol dan wajah ditutup kain sebo warna hitam, dan dikawal ketat aparat Densus 88 dan Gegana.
Sekira 30 menit di markas Den Gegana, kedua terduga digiring masuk ke mobil dan dibawa menuju Samarinda, dan akan digabungkan dengan terduga pelaku pengeboman gereja yang sudah diamankan.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin dikonfirmasi terkait dua terduga teroris di PPU enggan berkomentar banyak. Jenderal bintang dua itu hanya menyebut dua tersangka dibawa menuju Samarinda. “Besok saja (hari ini, Red) di Samarinda,” singkat Kapolda.
Kepolisan belum mau membeber informasi terkait dua terduga teroris. Karena, mereka anggap sangat rawan dan dapat mengganggu proses penyelidikan. Meski demikian, pihaknya akan gelar kesimpulan kedua terduga teroris di Samarinda, Sabtu (19/11) hari ini.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol M Setyobudi Dwiputro juga enggan membeber inisial 4 tersangka baru. “Inisialnya saya belum tahu, tidak hapal, yang jelas saya diberi tahu sudah ada 5 tersangka, 4 diantara berasal dari 19 saksi yang diperiksa selama ini,” kata Setyobudi, kemarin.
Ditanya peran masing-masing tersangka, Setyobudi mengaku belum tahu. “Perannya apa, saya belum tahu karena tidak pernah ikut gelar perkara. Mungkin terkait aksi teror bom gereja Oikumene, karena ditetapkan jadi tersangka, berarti ada kaitannya,” lanjut Setyobudi.
Jumat kemarin gelar perkara tim Mabes Polri. Sabtu (19/11) merupakan hari terakhir pemeriksaan 19 saksi yang diamankan. Dan 4 saksi sudah dipulangkan.
Sementara itu, jenis bom digunakan pelaku hingga kini masih dalam penyelidikan tim Labfor Mabes Polri.(nav/yud/dor)