Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Terjaring Razia Bocah SD Menangis

Terjaring Razia Bocah SD Menangis


korankaltim
korankaltim
2016-10-11 05:00:55
Kasat Lantas: 30 Persen Kecelakaan Lalu Lintas Libatkan Anak-anak



SAMARINDA - Ada kejadian memilukan sekaligus menggelikan saat Satlantas Polresta Samarinda menggelar razia di Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (10/10) sekira pukul 06.00 Wita, kemarin. Saat razia digelar, tak disangka seorang bocah masih mengenakan seragam sekolah SD melintas.

Tak ayal, bocah tadi terjaring razia. Saat murid Sekolah Dasar (SD) itu digiring ke pos lalulintas yang tak jauh dari Jembatan Sungai Dama, tiba-tiba bocah itu menangis. Bocah tersebut diduga menangis karena terjaring razia dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Informsi yang dihimpun media ini, awalnya murid yang mengenakan seragam SD itu mengendarai motor hendak berangkat ke sekolah. Namun, ketika melintas di Jalan Otto Iskandardinata, laju kendaraannya dihentikan oleh polisi.

“Saat diamankan, anak itu memangis. Sudah diberikan pengarahan,” kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda Iptu, Hardi.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Boney Wahyu Wicaksono menjelaskan, anak-anak yang belum memiliki SIM dan mengendarai sepeda motor sendiri sangat tidak diperbolehkan. Selain membahayakan dirinya bisa saja mengancam keselamatan pengendara lain.

“Stabilitas emosi mereka belum stabil sehingga mereka belum cakap dalam berkendara sehingga rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Kecelakaan lalu lintas di Samarinda sepanjang 2016, jika ditinjau dari kategori usia, tutur Bonay melibatkan 30 persen anak-anak, baik yang menjadi korban maupun yang sebagai pelaku.

Menurut Bonay, pengendara anak dibawah umur cukup banyak di Samarinda. “Dari data 2015, hampir seribu anak di bawah umur yang terjaring razia,” ujarnya.

Rata-rata pelanggaran temuan polisi adalah pengendara tak membawa dokumen berkendara seperti SIM, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) hingga keberanian mereka melakukan pelangaran yang terlihat secara kasat mata, seperti melawan arus, melanggar rambu-rambu lalu lintas, hingga berboncengan lebih dari dua orang tanpa menggunakan pelindung kepala atau helm.

Polisi pun tak sungkan memberikan sanksi tilang kepada pelanggar lalu lintas di bawah umur. “Mengenai sanksi, kami tidak membeda-bedakan profesi hingga umur. Dalam Undang-undang (Uu) dijelaskan bahwa siapa pun Warga Negara Indonesia (WNI) yang berkendara tanpa dilengkapi surat kendaraan seperti SIM, STNK dan perlengkapan lainnya, ya, bisa ditilang, itu sesuai Uu Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan anggkutan jalan,” ujarnya.

Mantan Kapolsek Kawasan Bandara Sepinggan Balikpapan itu pun mengharapkan peran serta orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka.

“Saya mengimbau kepada warga masyarakat khususnya para orang tua agar memberikan pengetatan kepada putra-putrinya (yang belum memiliki SIM), agar tidak mengendarai roda dua yang dapat membahayakan dirinya,” kata dia. (dor)

loading...

baca LAINNYA