Tersangkut Kasus, Masih Bisa Dapat Posisi

0
242

SAMARINDA – Menyusul dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, terutama yang berkaitan dengan Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional Bagi PNS, beberapa pejabat di instasi pemerintah yang tersangkut dengan kasus, masih bisa mendapatkan jabatan. Namun hal ini berlaku jika hukumannya sudah jelas di bawah dua tahun penjara.
Hal ini pun berlaku bagi beberapa pejabat Pemkot Samarinda yang tersangkut kasus hukum. Atas acuan PP nomor 11 tahun 2017 itulah ditetapkan beberapa pejabat yang sudah pasti mendapat hukumnan di bawah dua tahun tetap bisa menjabat di Pemkot Samarinda.
“Sebelum ada peraturan ini, kami tidak tebang pilih. Siapapun yang tersangkut hukum akan diberhentikan dari jabatan. Namun dengan adanya PP 11 2017 itu pejabat yang telah melaksanakan hukumannya dibawah dua tahun bisa memilih apakah akan pensiun dini atau tetap bekerja. Namun ia tidak bisa lagi menjabat seperti jabatan pada sebelumnya,” ujar Plt Sekkot Samarinda, Hermanto usai rapat koordinasi di ruangannya, Kamis (18/5).
Adapun beberapa nama pejabat yang saat ini terancam mendapatkan hukuman di bawah dua tahun penjara yaitu Mantan Kabag Ekonomi Edi Mariansyah, Kepala Satpol PP Makmun Andi Nuhung dan mantan PPTK pada masa Dinas Cipta Karya dan Tatakota (Disciptakot).
“Untuk Pak Edi keputusannya sudah incraht (berkekuatan hukum tetap) namun setelah menjalani hukuman, bisa saja ia memilih untuk tetap bekerja, meskipun tidak bisa pada posisi awalnya. Sedangkan Pak Makmun masih mengajukan banding, sehingga kita juga masih menunggu hasilnya,” tutur Hermanto. (ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here