Home >> Balikpapan >> Tersisa 10 Puskesmas yang Belum Terakreditasi
AKREDITASI: DKK Balikpapan terus mengupayakan akreditasi untuk seluruh puskesmas. Targetnya tahun 2017 nanti, 27 Puskesmas sudah diakreditasi.
AKREDITASI: DKK Balikpapan terus mengupayakan akreditasi untuk seluruh puskesmas. Targetnya tahun 2017 nanti, 27 Puskesmas sudah diakreditasi.

Tersisa 10 Puskesmas yang Belum Terakreditasi

DKK Targetkan Tahun 2017 Tuntas Semuanya

BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menargetkan mampu mengakreditasi seluruh Puskesmas pada 2017 mendatang, dengan cara meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan, semua fasilitas kesehatan wajib memenuhi standar pelayanan kesehatan dan terakreditasi paling lambat pada 2019.
Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Balikpapan Balerina mengatakan persiapan akreditasi sudah dilakukan sejak 2015 lalu. Ditargetkan semua Puskesmas di Balikpapan sudah akan terakreditasi pada tahun 2017.
“Berdasarkan Permenkes yang mewajibkan semua fasilitas kesehatan baik itu Puskesmas maupun RS harus diakreditasi di era pelayanan BPJS, sehingga kami mulai bergerak tahun 2015 untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada semua Puskesmas,” katanya, Minggu (20/11).
Di tahun 2016 sudah mulai akreditasi Puskesmas Klandasan Ilir dan berlanjut dengan lima Puskesmas lainnya. Dia menyebutkan beberapa Puskesmas di Balikpapan sudah terakreditasi dan lainnya sedang dalam proses.
Pada tahun ini pihaknya akan menyelesaikan 17 akreditasi Puskesmas sehingga hanya tersisa 10 pada tahun yang akan datang. “Mudah-mudahan bulan ini selesai akreditasi 17 Puskesmas berarti untuk tahun depan tinggal 10 Puskesmas lagi. Yang sekarang sudah terakreditasi itu kan ada sembilan Puskesmas seperti Klandasan Ilir, Mekar Sari, Prapatan, Sepinggan, Baru Ulu, Karang Joang, Kariangau, Manggar, dan Manggar Baru,” jelasnya.
Pihaknya sendiri terus menggiatkan bimbingan kepada fasilitas kesehatan primer ini terutama dalam hal administrasi, pelayanan, dan kesehatan masyarakat sekitar.
Tujuannya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Ballerina juga mengungkapkan bahwa saat ini baru satu Puskesmas yang berstatus Madya dan sisanya masih di tingkat akreditasi dasar.
Nantinya tim akreditasi akan melakukan penilaian berkala dengan selang waktu tiga tahun untuk mengevaluasi Puskesmas apakah sudah memenuhi standar pelayanan atau belum baik. “Tujuannya ini kan untuk pelayanan yang memuaskan pasien, layanan rujukan juga lebih terarah, kesehatan masyarakat di lapangan dan koordinasi lintas sektor menjadi lebih baik, dan lain-lain lah,” tukasnya. (din)