Home >> Kutai Kartanegara >> THL Dipersilakan Cari Kerja Sampingan
BAHAS NASIB: Kepala BKD Ridha Darmawan bertemu dengan perwakilan Forum Tenaga Honor Kukar.
BAHAS NASIB: Kepala BKD Ridha Darmawan bertemu dengan perwakilan Forum Tenaga Honor Kukar.

THL Dipersilakan Cari Kerja Sampingan

Forum Tenaga Honor Ingin Temui Rita

TENGGARONG – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ridha Darmawan mempersilakan Tenaga Harian Lepas (THL) mencari kerja sampingan asal tidak mengganggu tugasnya sebagai pegawai honorer.
Pemkab Kukar, kata Ridha, sampai saat ini belum berencana merasio-naliasi THL, kendati masukan soal itu telah disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kukar, Salehudin.
“Karena kondisi keuangan seperti ini (defisit, Red) dan kami akui pendapatan THL berkurang, kami tidak melarang mereka mencari kerja sampingan asalkan tetap aktif bekerja seperti biasa,” kata Ridha usai perte-muan dengan perwakilan Forum Tenaga Honor Kukar (FTHK), Rabu (23/11).
“Kami tetap mempertahankan kesepakatan awal, sesuai dengan arahan Bupati Kukar belum ada rencana melakukan pemberhentian THL,” sambung Ridha.
Namun, Ridha enggan berko-mentar lebih banyak ihwal pem-bayaran gaji THL. Sebab, usulan pembayaran itu disampaikan lang-sung oleh kepala SKPD masing-masing.
“Penggajian THL diusulkan oleh SKPD, makanya untuk mendapatkan penghasilan tambahan silakan saja mencari pekerjaan sampingan, sebagai tambahan di luar gaji asal pekerjaan kantor tidak terganggu,” ujar Ridha.
Ketua FTHK Kukar, Ali Rohman menyebut THL Kukar merasa was-was akan kelanjutan nasib mereka mengingat kondisi keuangan Pem-kab Kukar saat ini sedang defisit.
“Nampaknya defisit anggaran terus berlanjut dan mengancam pem-bayaran gaji kami, bahkan yang lebih parah lagi kami para THL tidak akan diperpanjang masa kerjanya,” ujar Ali Rohman.
FTHK akan menemui Bupati Rita Widyasari dan Ketua DPRD Kukar Salehuddin untuk memperjelas nasib mereka. “Kami akan lanjutkan perte-muan dengan pemangku kepen-tingan lainnya karena pertemuan dengan BKD belum memuaskan,” terang Ali.
Untuk diketahui, jumlah THL se-Kukar mencapai 6.029 orang. Itu menyebabkan pemkab harus meng-alokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar per tahun untuk menggaji mereka. (ran415)