Tiga Kali Bobol Rumah, Pemuda Putus Sekolah Ditangkap


korankaltim
korankaltim
2016-10-07 05:00:04
Hasil Curian Buat Pesta Sabu-sabu



SAMARINDA – Usai sudah aksi Tole membobol rumah warga. Pemuda berusia 18 tahun ini ditangkap polisi. Diusianya tergolong belia ini, ia sudah harus meraskaan pengapnya ruang tahanan. Pemuda putus sekolah itu ditangkap polisi, Rabu (05/10) karena kasus pencurian.

Dihadapan polisi, ia mengaku sudah tiga kali melakukan pencurian dengan modus mencongkel jendela rumah. Tole melakukan aksi pencurian saat usianya menginjak 13 tahun. Ia beroperasi hanya di Samarinda Seberang. “Dulu, pertama kali saya hanya diajak teman,” katanya.

Bisa memperoleh uang dengan hasil mengambil barang orang lain, membuat Tole ketagihan. Kamis (25/8) lalu, Tole memberanikan beraksi seorang diri. Ia membobol rumah milik Tri Waluyuningsih di Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Seberang. Ia masuk ke dalam rumah korban sekitar pukul 03.00 Wita dengan cara mencongkel jendela.

Aksinya berjalan mulus tanpa diketahui pemilik rumah atau pun tetangganya. “Saat itu, pemilik rumah sedang tidur,” ujarnya.

Dalam aksinya ini Tole berhasil menggasak delapan unit Haphone (Hp), satu unit kamera, uang tunai Rp2.150.000. Akibat ulah Tole, pemilik rumah ditaksir mengalami kerugian Rp 29,7 juta.

Tanpa dicurigai, Tole sukses menjual seluruh barang yang ia curi. Namun, uang hasil penjualan itu digunakan untuk berfoya-foya, seperti membeli sabu-sabu.

“Beli sabu-sabu untuk dipakai sama teman-teman,” pungkasnya.

Tole mengaku memang suka menghabiskan uang hasil pencuriannya untuk kepuasannya sendiri. “Dulunya saya hanya ngelem sekarang tidak lagi,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Seberang, Ipda Purwanto mengatakan polisi masih mencari barang bukti hasil curian Tole yang telah terjual. “Kami masih menelusuri kemana pelaku menjual barang-barang hasil curiannya itu,” terang Purwanto. (dor)

loading...

baca LAINNYA