Tinggal di Kota Serasa di Hutan


korankaltim
korankaltim
2016-10-17 20:38:30
Warga Gerilya Atasi Jalan Rusak dengan Gotong Royong



SAMARINDA – Warga Gang Keluarga, Jl Gerilya Dalam RT 112 sepertinya sudah lelah menanti janji pemerintah untuk memperbaiki jalan mereka yang rusak parah. Minggu (16/10) kemarin, secara swadaya mereka bergotong royong memperbaiki jalan dan drainase atau parit di kampong mereka.

Dikomandoi Ketua RT Suryani dan tokoh masyarakat setempat, puluhan warga bersama-sama menimbun jalan yang hancur dengan material bekas bangunan. Ada sekitar 40 ret sisa material bangunan di gunakan untuk menimbun jalan yang rusak. Material sisa bangunan itu tidak diperoleh dengan Cuma-Cuma karena warga harus membeli Rp300 ribu per satu ret, karena itulah sembari bergotong royong warga berkeliling kampong minta bantuan donator.

Marji salah satu tokoh masyarakat yang sejak tahun 2005 sudah bermukim di wilayah tersebut mengatakan, kondisi jalan Gerilya tak pernah tersentuh pemerintah, bahkan terkesan dilupakan.

”Kami ini hidup ditengah kota, tapi kok kayak dihutan saja. Saya dan warga sudah sangat menderita dengan kondisi jalan saat ini, jika hujan turun rumah warga hampir seluruhnya terendam banjir, bukan itu saja. Lumpur pun masuk kedalam rumah. Bisa sampai 1 meter air masuk kerumah warga, ditambah dengan lumpurnya.” ungkapnya disela-sela kerja bakti

Ketua RT 112 Suryani menambahkan, untuk kondisi jalan dan drinase sudah berulang kali di ajukan bahkan hingga musrembang. Namun Cuma masuk usulan saja. Hingga saat ini tidak ada bukti nyata yang dilakukan.

”Mau gimana lagi. hingga pemerintah mau turun tangan mengatasi kondisi ini. Sebanyak 200 Kepala Keluarga bermukim dikawasan tersebut, dan rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah. Mengandalkan berdagang untuk mencari rizki, warga harus rela tidak bekerja jika kondisi jalan hancur di saat hujan datang. Kami disini bukan golongan warga mampu, Cuma karena kami sangat peduli dengan lingkungan kami, Ya. mau tidak mau kami sumbangan, menyisihkan penghasilan yang tidak seberapa itu,” tandasnya.

Suryani menginginkan pemerintah melalui instansinya turun kepalangan melihat langsung kondisi jalan diperkampungan mereka, sehingga nanti ada titik temu, bagaimana mengatasinya.”Warga siap bergotong royong kapan saja, asal pemerintah mau juga membantu kami, walau hanya bahan materialnya saja,” tegas Suryani.

Dari pantauan Koran Kaltim sepanjang kurang lebih 2 kilometer jalan kampung sejak memasuki Bangun Rejo rusak parah, ditambah lagi dengan minimnya drinase. Tak pelak warga sekitar yang menjadi korbannya. (man)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
1 week ago | dibaca 148 kali
img