Home >> Kutai Kartanegara >> Tokoh Pendidikan Thailand Kunjungi SIT Nurul Ilmi
KUNJUNGAN: Tokoh Pendidikan Thailand Abd Aziz Hasne saat melakukan kunjungan ke SMAIT Nurul Ilmi Tenggarong.
KUNJUNGAN: Tokoh Pendidikan Thailand Abd Aziz Hasne saat melakukan kunjungan ke SMAIT Nurul Ilmi Tenggarong.

Tokoh Pendidikan Thailand Kunjungi SIT Nurul Ilmi

TENGGARONG – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Yayasan Nurul Ilmi Koetai Kartanegara kedatangan salah seorang tokoh pendidikan dari Thailand, yakni Pimpinan Tarbiyah Islamic School Thailand Abd Azis Hasne pada Senin (21/11) lalu.
Tokoh yang berasal dari Negeri Gajah Putih tersebut disambut  Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpa-du (JSIT) Kaltim, Abd Wahab Syahrani didampingi Kepala SD Islam Terpadu (IT) Nurul IlmiTenggarong, Ahmad Zainuddin, dan Kepala SMP IT Tenggarong, H Untung.
Dewan Pendiri Yayasan Nurul Ilmi Koetai Kartanegara, Saiful Aduar mengatakan kunjungan Abd Azis Hasne tersebut dalam rangka mem-pererat tali silaturrahmi dan sekaligus menawarkan sejumlah program terkait antardua belah pihak, salah satunya tawaran kunjungan balasan siswa SIT ke Tarbiyah Islamic School Thailand.
“Selain bersilaturrahim, beliau juga menawarkan kepada siswa Nurul Ilmi untuk berkunjung dan bersekolah ke Tarbiyah Islamic School di Thailand. Ini suatu kehormatan, kami sangat menyambut baik kunjungan dari salah satu tokoh pendidikan Thailand ini,” kata Saiful Aduar.
Acara ini diisi dengan diskusi seputar pendidikan dan peninjauan kom-plek SIT seluas sekitar 5 hektare. “Kegiatan ditutup dengan tanya jawab dengan siswa,” tutur Saiful Aduar.
Dilanjutkannya, kunjungan Abd Azis Hasne ini tidak terlepas dari berbagai prestasi yang ditorehkan ke SIT di berbagai tingkatan, seperti Juara II Nasional Sekolah Budaya Mutu dari Kemendikbud RI.
“Anugerah dari Allah berupa berbagai prestasi dan keunggulan yang ditorehkan Yayasan Nurul Ilmi Koetai Kartanegara rupanya menjadi perhatian dari berbagai pihak
Dengan begitu, kunjungan tokoh pendidikan dari Thailand adalah keempat kalinya yang pernah dirasakan SIT. Sebelumnya SIT juga pernah dikunjungi tokoh pendidikan yang berasal dari Malaysia (Negara Bagian Malaka), serta dari Estonia dan Palestina. (ale)