Breaking News
Home >> OTOMOTIF >> Toyota Yakin Taksi Online Beralih ke Avanza
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Toyota Yakin Taksi Online Beralih ke Avanza

LCGC Dilarang “Narik” Penumpang

BANYAK pemilik mobil low cost green car (LCGC) yang menjadikan kendaraannya untuk mencari penghasilan melalui taksi online.
Namun, penggunaan mobil LCGC terganjal Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 yang diteken pada April, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, di mana mobil berkapasitas mesin di bawah 1.300 cc, yang di dalamnya termasuk LCGC, tidak bisa lagi dioperasikan sebagai taksi online.
Aturan ini diyakini PT Toyota Astra Motor (TAM) tidak akan berpengaruh pada penjualan mobil LCGC Agya. Meski tidak ada data ril yang menyebutkan seberapa banyak konsumen membeli Agya untuk taksi online, namun diyakini jumlahnya kecil.
Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan, menggunakan mobil Toyota sebagai taksi online merupakan hak pemilik.
“Kami enggak punya data persis konsumen beli mobil Toyota apakah hanya untuk penggunaan pribadi atau taksi online. Hanya saja, trennya yang kami lihat armada taksi online kebanyakan di kelasnya Avanza. Meski mungkin ada yang LCGC, tapi ini enggak ada data validnya,” ujar Henry.
Berdasarkan data penjualan wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota Agya pada bulan April 2016 terjual sebanyak 4.506 unit, Mei 4.800 unit, Juni 5.474 unit, Juli 3.778 unit, dan Agustus 4.172 unit.
Dari data tersebut tidak terlihat penurunan signifikan. Sedangkan pada Juli penurunan lebih disebabkan oleh libur Lebaran. Sementara penjualan Avanza pada April tercatat sebanyak 11.686 unit, Mei 6.778 unit, Juni 6.945 unit, Juli 2.479 unit, dan Agustus 16.344 unit. (okc)