Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> TPP PNS Lain Mesti Dipotong Juga

TPP PNS Lain Mesti Dipotong Juga

Wali Kota Neni Temui Guru Soal Penolakan Pemangkasan TPP

BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni menyikapi serius penolakan ribuan tenaga pengajar terhadap pemotongan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) mereka. Minggu (20/11) kemarin, Neni mengumpulkan para guru di auditorium balaikota di Bontang Lestari. Neni ingin mendengar sendiri apa yang ingin disampaikan oleh para tenaga pengajar PNS itu.
Dalam pertemuan itu, Neni melakukan diskusi dan menjelaskan kondisi keuangan pemerintah tahun 2017 mendatang. Secara garis besar, Neni menegaskan pemotongan TPP bukanlah kebijakan yang sengaja diambil oleh pihaknya. Semuanya masih dibahas dan secepatnya akan dicarikan solusi terbaik.
“Makanya saat ini saya mau tahu dulu. Sebenarnya bagaimana dan berapa pendapatan guru di Bontang. Apakah pemotongan TPP ini mempengaruhi secara signifikan,” jelasnya.
Kartini, salah satu guru yang mengikuti diskusi dengan Neni sangat berharap Pemkot bisa mengurungkan niat melakukan pemotongan. Pasalnya, hal itu bisa mempengaruhi kualitas kinerja pengajar yang berdampak pada prestasi para siswa.
“Kami semua guru di sini dulu adalah pemilih Bunda (sebutan untuk Wali Kota Neni Moerniaeni). Kami harap Bunda bisa mendengar aspirasi kami,” ucapnya.
Sebelumnya, perwakilan guru di Bontang melakukan dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Bontang. Dalam pertemuan itu, para guru mengeluhkan rencana Pemkot yang hendak memangkas TPP mereka. Padahal, TPP adalah satu-satunya penghasilan tambahan mereka di luar struktur gaji. Berbeda dengan PNS struktural di Pemkot yang masih menerima tunjangan kinerja. Para guru meminta, kalau Pemkot memangkas TPP mereka, maka tunjangan kinerja untuk pegawai struktural juga harus dipotong, agar menjadi lebih adil.
“Semua pegawai mendapatkan TPP. Tetapi, pegawai struktural masih ada tunjangan performance (kinerja). Kalau TPP dihapus, hilangkan juga performance. Adil,” kata Junaidi, perwakilan guru. (ram914)