Breaking News
Home >> Gaya hidup >> Traveling, Bekantan dan Fotografi
BEKANTAN berhasil diabadikan sedang berdiam diri di pohon perengat. (FOTO: ISTIMEWA)
BEKANTAN berhasil diabadikan sedang berdiam diri di pohon perengat. (FOTO: ISTIMEWA)

Traveling, Bekantan dan Fotografi

Kawasan Hutan Perengat di Pulau Besing Dihuni Satwa Langka

TANJUNG REDEB – Potensi objek wisata baru mulai bermunculan di beberapa kampung, dan bisa menjadi pilihan baru traveler. Seperti yang saat ini terlihat di Kampung Pulau Besing, memiliki ratusan ekor bakantan di sepanjang bibir sungainya. Potensi ini pun saat ini mulai digaungkan untuk menjadi tambahan bagi traveler yang akan berkunjung.
Berawal dari kunjungan kerja Wakil Bupati Agus Tantomo ke Pulau Besing untuk meninjau penyangga jembatan gantung yang miring. Di sela-sela kunjungan tersebut terlihat beberapa ekor bekantan yang sedang asiknya bergelantungan di sepanjang hutan perengat, atau hutan sejenis pohon bakau. “Ini bisa jadi Geo Park,” kata Agus.
Menurut dia, peluang untuk dikembangkannya sebagai salah satu objek wisata terbuka lebar. Apalagi jumlah bekantan yang ada di sepanjang bibir sungai itu diperkirakan mencapai ratusan ekor. Selain itu beberapa lokasi lainnya yang tak jauh dari sana, juga masih terlihat bekantan. Ia menilai, lokasi ini bisa saja dikembangkan menjadi kawasan wisata seperti di Tarakan. “Ini luar biasa dan bisa jadi hiburan sekaligus objek wisata di Kampung Merancang, maupun Kampung Pulau Besing,” tegas Agus.
Agus juga mengingatkan, agar pohon perengat yang dijadikan rumah bagi primata hidung besar ini tidak dibabat atau ditebang. Tujuannya, agar bekantan tetap berada di habitat asli mereka. Bila potensi ini dikelola dengan baik, tentu akan menarik bagi wisatawan maupun pengunjung yang akan ke Pulau Derawan dan Maratua dengan mampir sejenak di sana.
“Ini bisa menjadi potensi wisata sungai yang bisa dikembangkan di daerah. Menyaksikan bagaimana kehidupan bekantan yang menghuni sepanjang sungai tersebut. Kapan mereka berada di pohon perengat, mungkin itu yang perlu diketahui,” pungkasnya.
Beberapa hari setelah kunjungan tersebut dan diposting melalui media sosial, cukup banyak tanggapan positif dari masyarakat. Bahkan beberapa komunitas juga telah berkunjung ke sana. “Wah bagus sekali di sana, banyak bekantannya. Bagus dijadikan sebagai lokasi hunting foto. Tapi kalau bisa dibuatkan tracking agar kita lebih puas melihatnya dari dekat seperti di Tarakan,” ujar Dewo, anggota komunitas fotografer. (sam)