Breaking News
Home >> Samarinda >> Truk Artic “Nongkrong” di Jalan PM Noor
DIBIARKAN: Sudah beberapa pekan dua truk artic ini tak bergerak dari tempat mereka parkir di kawasan Jl PM Noor. Selain memakan jalan juga jadi ancaman bagi mereka yang melintas di jalan ini.
DIBIARKAN: Sudah beberapa pekan dua truk artic ini tak bergerak dari tempat mereka parkir di kawasan Jl PM Noor. Selain memakan jalan juga jadi ancaman bagi mereka yang melintas di jalan ini.

Truk Artic “Nongkrong” di Jalan PM Noor

SAMARINDA – Urusan parkir, Pemkot punya Perda No 05 Tahun 2015 tentang Pengelolaan dan Penataan Parkir. Namun aparat penegak Perda tersebut masih perlu diuji ketegasannya untuk menerapkan dan melakukan pengawasan juga tindakan. Ya, itu kalau melihat apa yang ada di Jl PM Noor.
Di lokasi tersebut, dua kendaraan jenis alat berat berupa truk Artic sudah hampir sebulan ini “nongkrong” dengan santainya tanpa peduli bahaya yang ditimbulkan terutama bagi pengendara roda empat terlebih roda dua saat malam hari mengingat di lokasi tersebut gelap tanpa lampu penerangan. Truk artic sendiri biasa digunakan di areal pertambangan untuk mengangkut batu bara atau tanah buangan.
“Kalau saya melihat sudah sejak Sabtu (1/10) lalu, tapi sebelumnya kata warga sekitar sudah ada, berarti sudah lama truk Artic itu pakir tanpa ada ada penertiban. Kami juga heran, Perda ada, tapi tidak ada tindakan dan sepertinya dibiarkan saja truk itu sampai sekarang (kemarin),” kritik warga, Rahman Hakim, yang berada tidak jauh dari truk parkir tersebut
Hakim menerangkan, ketegasan pemkot bertindak mengacu pada perda masih perlu diuji. Sebab, truk yang seenaknya parkir di PM Noor itu merupakan masalah klasik. Yang dikhawatirkan, apabila truk diparkir malam hari, berisiko ditabrak pengguna jalan lain, disebabkan penerangan yang minim. “Jelas khawatir dong. Bagaimana tidak, lokasi parkirnya terkadang memakan badan jalan. Apalagi penerangan jalan remang-remang kalau malam hari,” ujarnya.
Kritik senada, disampaikan Hendra, salah seorang security perusahaan swasta, yang berkantor di kawasan tersebut. Menurutnya, di PM Noor memang marak truk parkir dan seharusnya tidak perlu menunggu instruksi lagi untuk ditindak.
“Ini masalah lama, tindakan saja yang tidak ada. Soal aturan kan jelas, ada tanda larangan parkir tinggal kesadaran pengemudi sendiri, juga ketegasan pemerintah untuk bertindak. Kalau dibiarkan, bisa semakin banyak kendaraan besar yang parkir di daerah sini,” sebut Hendra.
Sementara Rosadi menyebutkan truk yang berukuran besar tersebut tidak pantas di parkir di Jalan PM Noor. “Itu jelas sudah salah dan kurang pengawasan. Seharusnya itu tidak bisa parkir di jalan ini. Truk sebesar itu kalau dibiarkan berarti masalah pengawasannya kurang. Jadi tugas pemkot mengatasinya meskipun itu masuk jalan provinsi,” papar Rosadi.
Ditemui terpisah, Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengatakan untuk masalah parkir dia menyebutkan baru akan menyusun sistemnya dengan sistem online yang nantinya akan berkerjasama Dispenda Kaltim.
“Ini bukan hanya masalah parkir tapi juga masalah pendapatan daerah kita nantinya,” terangnya kepada Koran Kaltim. (man)