Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Tuntutan Penjara Seumur Hidup Buat Ijur

Tuntutan Penjara Seumur Hidup Buat Ijur

Terdakwa Pembunuh Sadis Balita di Kutai Timur Gemetaran

SANGATTA – Terdakwa Jurjani alias Ijur (45), tidak bisa menutupi kecemasan dia, saat jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Sangatta, menuntutnya dengan hukuman penjara seumur hidup. Pria itu terlihat gemetaran di persidangan.
Dalam persidangan terungkap, perbuatan pemerkosaan, pembunuhan disertai upaya menghilangkan jasad balita NA (4), sebagai bentuk perencanaan pembunuhan.
“Perbuatan terdakwa jelas bertentangan dengan Pasal 340 KUHP, dengan sengaja dan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain,” kata Israq dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, Selasa (29/11), di Pengadilan Neger Sangatta.
Dalam sidang yang dipimpin Ketua PN Sangatta Tornando Edmawan sebagi Ketua Majelis, dibantu Andreas Pungky Maradona serta Nurahmat, tim JPU juga meminta Ijur dihukum pidana penjara selama seumur hidup. Sementara barang bukti berupa kopiah warna putih, celana jins, baju koko, enam buah batok kelapa serta potongan pelepah daun kelapa dirampas untuk dimusnahkan.
Sebelum menyampaikan tuntutan, Israq mengatakan, perbuatan Ijur telah meresahkan masyarakat, serta mengakibatkan penderitaan lahir batin bagi keluarga korban. “Perbuatan terdakwa tergolong sadis, sementara hak meringankan terdakwa Ijur mengakui perbuatannya sehingga persidangan berjalan lancar,” jelasnya.
Terhadap tuntutan hukum disampaikan Muhammad Israq, mewakili Tim KPU, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Ijur untuk menyampaikan pembelaan, sebelum majelis hakim menjatuhkan vonisnya.
Sebelumnya Ijur didakwa melanggar dengan pasal berlapis mulai dakwaan pertama melanggar pasal 81 ayat (1), ayat (5) dan ayat (7) Jo pasal 76 huruf D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, kemudian dalam dakwaan lain berupa Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 huruf C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, serta premier Pasal 340 KUHP, subsider Pasal 338 KUHP.
Seperti diketahui, Neysa mengilang sejak Kamis (7/7) lalu. Jurjani sempat membantah bersama dengan Neysa, meski saksi melihatnya terakhir kali bersama Nesya. Tiga hari kemudian, Neysa ditemukan tewas di semak-semak, dalam kondisi mengenaskan dan terluka bakar, tertutupi dahan pohon. (sab)