Home >> Hukum & Kriminal >> Umar Terpaksa Mencuri untuk Biaya Berobat Ibunya
tengah

Umar Terpaksa Mencuri untuk Biaya Berobat Ibunya

BALIKPAPAN-Pencuri kentang dan bawang yang tertangkap pedagang pasar dan petugas keamanan di Pasar Baru Squere Balikpapan Kota, Umar Mustaqim (39) hanya dikenakan wajib lapor oleh petugas kepolisian.
Selain tidak ada pelapor, juga nominal kerugian juga tidak sampai Rp 2,5 juta sesuai Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 2 Tahun 2012 tentang Penyelesaian Batasan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Jumlah Denda dalam KUHP.
Kepada petugas, Umar yang berdomisili di Gunung Bugis Balikpapan Barat berdalih terpaksa melakukan aksi pencurian untuk membiayai orang tuanya yang sakit-sakitan. “Kasihan orang tua saya sakit pak, jadi butuh biaya berobat,”ujar Umar.
Umar mengaku kesehariannya bekerja sebagai buruh di pelabuhan Somber. Sudah sebulan lebih tidak ada bongkar muat sehingga pria bertubuh kurus ini terpaksa menganggur. “Gak ada kerjaan lagi pak, makanya saya ambil itu (bawang,Red),” sebutnya.
Berdasarkan pengakuannya, baru melakukan aksi sekali, namun faktanya keluhan kehilangan barang dagangan seperti bawang dan kentang kerap dirasakan para pedagang. “Bukan sekali ini saja mas, dia sudah pernah ambil kentang saya. Itu dia mau ambil lagi keburu ketangkap satpam,”tutur Suyono salah satu pedagang.
Diberitakan sebelumnya Umar tertangkap tangan tengah meng-gondol satu karung bawang milik Hajah Masniah, Selasa (15/11) sore.
Petugas keamanan kawasan Pasar Baru Square yang mendapat laporan langsung bergerak melakukan pengejaran.
Alhasil, petugas keamanan bersama para pedagang pasar menangkap pelaku dan diamankan di Pos Keamanan. Para pedagang yang geram melihat perbuatan pelaku langsung melayangkan bogem mentah ke arah wajah pria bertubuh kurus ini. Beruntung aksi main hakim sendiri dapat dicegah petugas keamanan.
Diketahui aksi pencurian barang dagangan bukan kali pertama di kawasan tersebut. Seperti yang dialami Rizki salah satu pekerja yang mengaku bawangnya pernah hilang dicuri.(yud)