Home >> PPU - Paser >> UMK 2017 Masih Tunggu Persetujuan Gubernur
RAPAT: Dewan Pengupahan Paser menggelar rapat untuk menentukan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2017. Dalam rapat ini disepakati sebesar Rp2.373.922,5.
RAPAT: Dewan Pengupahan Paser menggelar rapat untuk menentukan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2017. Dalam rapat ini disepakati sebesar Rp2.373.922,5.

UMK 2017 Masih Tunggu Persetujuan Gubernur

Disepakati Senilai Rp2,373 Juta

TANA PASER – Setelah dua kali dilakukan rapat oleh Dewan Pengupahan (DP) Kabupaten Paser, yakni pada 8 dan 15 November 2016 di Ruang Rapat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), akhirnya disepakati dan diusulkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2017 Paser sebesar Rp2.373.922,5.
Menurut Kepala Disnakertrans Kabupaten Paser Sancoyo melalui Kabid Hubungan Industrial dan Perselisihan Pekerja M Natsir Nappu, kesepakatan beserta berita acara rapat DP terhadap UMK 2017 Paser telah disampaikan kepada Gubernur Kaltim.
“Nilai UMK 2017, telah kami sepakati, sudah ditandatangani Pak Bupati, dan telah kami sampaikan kepada Pak Gubernur. Jadi, hanya tinggal menunggu persetujuan Pak Gubernur, setelah disetujui maka akan dilakukan penetapan,” kata Natsir yang juga selaku Sekretaris DP Kabupaten Paser kepada Koran Kaltim, Senin (21/11).
Dengan kesepakatan UMK 2017 sebesar Rp2,373 juta ini, berarti telah terjadi peningkatan atau mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan UMK 2016 Kabupaten Paser. “Kalau UMK 2016, sebesar Rp2.193.000,” ucapnya.
Dikatakan, bahwa kesepakatan UMK 2017 Kabupaten Paser telah mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.
“Sebenarnya, nilai UMK 2017 Paser masih dibawah nilai standar KHL. Namun, sesuai regulasinya kita diberikan waktu selama 2 tahun untuk menyesuaikannya,” ujarnya.
Terkait kondisi perekonomian nasional, khususnya Kabupaten Paser, ia menerangkan, bahwa situasi sekarang memang sedikit memberatkan kaum-kaum pengusaha.
“Meskipun cukup terasa berat, namun sehubungan telah ada ketentuannya, maka sudah merupakan sebuah kewajiban untuk dijalankan. Dan bagi perusahaan yang melanggar, sudah ada regulasi yang mengatur untuk jenis sanksinya,” paparnya.
Sedangkan untuk Upah Minimum Sektor Kabupaten (UMSK) 2017 Kabupaten Paser, baru untuk sektor unggulan daerah pertambangan batu bara yang telah disepakati nilainya, yaitu sebesar Rp2,375 juta atau selisih sekitar Rp2 ribu dari UMK 2017 Paser.
Ia berharap, kondisi perekonomian negara semakin membaik, sehingga, permintaan akan tenaga kerja lokal mengalami peningkatan.
“Ke depan, kami harap penerimaan tenaga kerja alami peningkatan, khususnya di Kabupaten Paser. Supaya iklim ekonomi di Paser kembali bergairah,” pungkasnya. (sur)