Home >> Ekonomi kaltim >> Unik, Ada Usaha Air Masak di Loa Kulu

Unik, Ada Usaha Air Masak di Loa Kulu

TENGGARONG – Usaha air minum telah banyak berkembang dan menjadi usaha yang cukup umum belakangan ini. Berbeda dengan usaha air minum lainnya yang menggunakan filter dan biasa disebut air minum isi ulang, usaha air minum ini menggunakan air yang dimasak sampai mendidih. Seorang ibu rumah tangga, Suwarni menggunakan air masak ini sebagai komoditas untuk diperjualbelikan di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kukar.
Berawal dari suami yang terkena PHK oleh salah satu perusahaan tambang, dan juga kondisi masyarakat sekitar yang kurang menerima air isi ulang, dia mendirikan usaha air rebusan.
“Saya memulainya karena banyak masyarakat sekitar yang kurang bisa menerima air isi ulang untuk diminum sehari – hari,” katanya kepada Koran Kaltim.
Selain itu dia juga mengatakan kalau Usahanya dimulai pada Agustus 2015 dengan menggunakan dua puluh empat buah jeriken air sampai sekarang dia sudah memiliki 70 jeriken air.
Suwarni mengatakan bahwa banyak proses yang dilewati air ini hingga bisa dikonsumsi langsung. Sumber air yang dia gunakan dari PDAM Kutai Kartanegara. “Air itu harus didiamkan terlebih dahulu hingga kotorannya mengendap. Itu jika airnya keruh, kadang airnya bening. Bisa langsung digunakan,”ujarnya. Lalu air itu bisa digunakan untuk direbus sampai mendidih menggunakan kayu yang telah disiapkan. Air yang sudah mendidih tidak bisa dimasukkan jeriken secara langsung karena bisa merusak wadah.
“Tong air yang digunakan pun tak bisa sembarangan, ada tong air yang jika terkena air panas bisa menimbulkan bau tidak sedap,” tambahnya.
Air rebusan ini didistribusikan ke seluruh Desa Sumber Sari setiap tiga hari. Jalur distribusi bisa secara langsung maupun ke warung – warung. “Air diantarkan menggunakan motor, oleh anak saya sendiri,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa omzetnya selama memiliki usaha air minum rebus ini bisa mencapai 3 juta per bulan.
Salah satu kendala yang dihadapi oleh dia adalah kondisi air yang tak menentu, kekeruhan air bisa menjadi faktor mundurnya produktifitas usaha airnya.
“Air ledeng dari PDAM terkadang baru mengalir di malam hari, dan kondisi airnya buruk (keruh),” katanya.
Dia berterima kasih karena sudah ada perbaikan dari PDAM Kukar mengenai distribusi air. Dia juga mengharapkan kepada PDAM Kukar untuk terus memperbaiki kondisi distribusi air ke Desa Sumber Sari. (ted1116)