Unmul Harus Ambil Peran Strategis


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:05:09
LP3M Unmul Adakan Workshop



SAMARINDA-Ketua Lembaga Pengembangan, Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unmul, Prof. Dr. Ir. Agus Sulistyo Budi mengung-kapkan, sebagai perguruan tinggi tertua dan terbesar di Kaltim, Universitas Mulawarman (Unmul) harus me-ngambil peran yang stretgis dalam proses perbaikan kehidupan dan peradaban manusia.

Hal itu dikatakannya dalam workshop penyusunan pedoman dan implementasi kurikulum Unmul yang dilaksanakan Lembaga Pengem-bangan, Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unmul, kemarin.

Menurutnya, peran tersebut bisa dilakoni oleh perguruan tinggi melalui kolaborasi pengetahuan, teknologi, dan lingkungan dalam rangka memberi manfaat bersama sebagai bidang keilmuan.

"Kurikulum dan pembelajaran meru-pakan dua hal yang saling berkaitan dalam proses pendidikan. Kurikulum memberikan pijakan bagi operasional pembelajaran. Selain itu, kurikulum juga menjadi pedoman bagi pelaksanaan program pembelajaran serta penentu jenis dan kualifikasi lulusan,” ujarnya.

Agenda yang berlangsung satu hari, pada Rabu (05/10) berlangsung di Ruang Rapat I Rektorat Unmul dibuka langsung oleh rektor Unmul.

Sementara itu Rektor Unmul Prof Dr. Masjaya, M.Si menyambut baik kegiatan itu. Ia yakin bahwa pertemuan itu akan melahirkan gagasan positif.

“Saya optimis dari pertemuan ini akan melahirkan suatu gagasan atau dalam bentuk dokumen yang menjadi dasar dalam hal pemantapan pelaksanaan kurikulum,” tutur rektor.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul ini juga menam-bahkan, salah satu indikator kemajuan dan keberhasilan suatu pembelajaran atau pendidikan dalam hal ini Universitas adalah dilihat dari sisi kurikulumnya dengan berbagi pendekatan dan kemajuan yang diikuti. "Semoga pertemuan ini tidak hanya berakhir sebagai dokumen saja tapi juga diimplementasikan disemua program studi. Target kami sampai dengan 2018 ada satu fakultas yang berakreditasi A, maka harus ditunjang dengan proses belajar yang baik,” tegasnya.

Workshop ini dilaksanakan sesuai dengan amanat statuta untuk melakukan pemutakhiran kurikulum secara menyeluruh setiap 4 tahun. Kurikulum 2016 merupakan kurikulum perubahan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Agenda pembahasannya meli-puti pedoman penyusunan kurikulum perguruan tinggi berbasis KKNI dan SN DIKTI, pedoman peoses pembelajaran dan monitoring evaluasi serta rancangan mata kuliah Universitas. (hms)

loading...

baca LAINNYA