Home >> Balikpapan >> Untungkan Warga Pedalaman dan Perbatasan

Untungkan Warga Pedalaman dan Perbatasan

Wacana Kebijakan BBM Satu Harga

BALIKPAPAN – Kebijakan BBM satu harga yang rencananya akan diterapkan pada 1 Januari 2017 mendatang disambut baik Ketua Himpunan Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Balikpapan, Afiudin Zainal.
Menurutnya kebijakan tersebut menguntungkan masyarakat di daerah karena selama ini harga BBM cenderung tinggi terutama di daerah perbatasan atau pedalaman seperti Krayan, Mahakam Ulu atau wilayah Kaltara.
Sehingga tak salah jika banyak masyarakat membeli BBM dari negara tetangga Malaysia.
“BBM satu harga sebelumnya sudah dilakukan pemerintah. Namun, belum begitu maksimal khususnya daerah timur Indonesia. Di Kaltim dan Kaltara memang tahun ini baru dilakukan dengan mengirim melalui udara agar terjangkau, meskipun terkesan telat tapi tetap kita harus mengapresiasinya,” ujar Afiudin
Dia menegaskan kebijakan satu harga harus melibatkan peran pemda dan masyarakat itu sendiri. Tanpa pengawasan dari pemerintah daerah, Pertamina dan Hiswana, BBM satu harga tidak berjalan lancar.
Saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan BBM untuk dijual kembali sehingga harganya makin bervariasi. Meski harga di tingkat APMS berlaku sama tapi tanpa pengawasan dalam tahap pendistribusian ke masyarakat, harga berpotensi mahal lantaran dimanfaatkan oknum. “Tidak usah jauh-jauh, di perkotaan saja banyak penjual BBM eceran yang harganya lebih tinggi dari SPBU. Jika di daerah, harga BBM eceran mungkin sangat mahal dari harga ketetapan,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, untuk lebih menjangkau daerah pedalaman, PT Pertamina tengah merumuskan pendistribusian BBM ke daerah yang dibawahi APMS.
Namun, Pertamina yang mendistribusikannya. Rencana ini akan melibatkan pengusaha lokal. Nilai investasinya pun lebih murah daripada APMS. Kemungkinan akan menghemat biaya sekitar 20 persen.” Jadi, diusahakan saja dulu, setiap kabupaten minimal memiliki APMS atau SPBU kecil ini,” katanya
Tambahnya, pemerintah baru sekarang menyerukan kebijakan ini karena untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata ditengah kelesuan ekonomi. “Kondisi ekonomi sedang melambat, pemerataan harga ini tentu sangat membantu masyarakat,” pungkasnya. (din)