Home >> Ekonomi kaltim >> Usaha Pakan Burung Kian Menjanjikan

Usaha Pakan Burung Kian Menjanjikan

BURUNG sekarang tidak hanya menjadi hewan peliharaan yang hanya dibuat sebagai penghias rumah. Banyak pemelihara burung menggunakan hewan peliharaannya sebagai hewan kontes. Harganya pun bisa sangat mahal, untuk seekor burung yang memiliki banyak prestasi dalam kontes berkiacau, harganya bisa melejit sampai puluhan juta. Fenomena ini juga yang dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk menjual burung beserta perlengkapan dan makanannya.
Meidi, seorang penjual pakan burung mengatakan, masa depan untuk usaha ini cukup menjanjikan. “Masa depannya cukup menjanjikan, ini dikarenakan semakin meningkatnya hobi memelihara burung di Tenggarong,” katanya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Rizal. “Semakin berkembang, selain menyenangkan hati, memelihara burung bisa menghasilkan uang yang cukup besar,” ungkap pria yang memelihara puluhan burung di sangkarnya itu.
Meidi juga menjelaskan bahwa untuk mengembangkan usaha pakan burung ini harus didasari hobi. “Seorang penjual pakan burung harus paham dengan pelanggan, harus didasari hobi,” katanya. Ini dikarenakan seorang penjual pakan harus mengerti permasalahan pelanggan dan tidak sembarangan memberi saran kepada pelanggan. “Kalau salah memberi saran, bisa mati burung peliharaan orang,” guraunya.
Menurutnya, perkembangan untuk usaha pakan burung ini akan meningkat setiap tahunnya. Hanya saja pada tahun ini terkadang pemasok pakan burung seperti jangkrik, kroto atau ulat hongkong kurang bisa menangani permintaan pelanggan yang mengakibatkan seringnya kekosongan pakan khususnya jangkrik.
Selain menjual pakan burung, biasanya beberapa penjual pakan ini mengadakan pertemuan harian atau mingguan di kiosnya. Ini dimaksudkan agar para pecinta burung setempat bisa saling bersosialisasi dan sharing pengalaman. “Selain untuk promosi usaha, bisa digunakan untuk tempat sharing atau uji coba kontes kicau burung,” ujar Rizal. Selain itu, para penjual pakan biasanya juga menjual burung, obat, vitamin dan sangkar.
Menurutnya, jika dilihat dari ramainya kontes kicau burung yang sering diadakan di Tenggarong, usaha seperti ini memang cukup menjanjikan. Saat ditanya harga burung yang pernah dijualnya, Meidi mengaku pernah menjual burung Murai seharga Rp. 20 Juta. “Pernah juga ada yang menawari motor untuk ditukar dengan seekor burung Kenari, saya tolak,” ujarnya.(ted1116)