Breaking News
Home >> Internasional >> Usai Cuci Darah, Kesehatan Raja Thailand Malah Tak Stabil
20141205103556279

Usai Cuci Darah, Kesehatan Raja Thailand Malah Tak Stabil

BANGKOK- Kondisi kesehatan Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, tengah kurang stabil pasca cuci darah. Kesehatan raja yang paling lama menjabat di dunia ini saat ini tengah dipantau ketat.
Kondisi Raja Bhumibol dikhawatirkan bisa memengaruhi situasi politik di negara yang dikuasai pemerintahan junta militer tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisinya memang terus menurun.
Bahkan, hampir sepanjang tahun lalu Raja Bhumibol dirawat di Rumah Sakit Siriraj, Bangkok. Tak hanya lantaran sakit ginjal, dia juga menderita pembengkakan paru-paru dan kontraksi otot jantung.
Kecemasan atas kondisi kesehatan raja dan tokoh penerusnya turut mewarnai perpecahan politik di Thailand yang sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade, termasuk dua kudeta militer dan puluhan demonstrasi yang berujung kerusuhan.
Kesehatan sang raja yang tidak stabil dipublikasikan melalui pernyataan resmi dari pihak istana pada Minggu (9/10), seperti dilaporkan Reuters. Pernyataan ini yang kedua kalinya setelah sebelumnya dikeluarkan pada 1 Oktober lalu, yang menyebutkan kondisinya telah pulih dari infeksi pernapasan.
“Dokter memberinya obat dan menempatkan dia di ruangan ventilator agar tekanan darahnya kembali normal,” ujar pihak istana.
“Kondisinya belum stabil,” kata istana, sembari menyatakan bahwa kondisi sang raja akan terus dipantau.
Bhumibol merupakan raja kesembilan dari Dinasti Chakri. Dia memerintah sejak Juni 1946 dan menjadi kepala pemerintahan sekaligus raja dengan masa terpanjang, sekitar 70 tahun.
Pada 2008 hingga 2013, Bhumibol masuk dalam bangsawan terkaya di dunia versi Majalah Forbes. Hartanya digadang mencapai USD 30 miliar pada 2010. [mc]