Home >> Headline >> Karena Utang, Eko Tega Bunuh Dua Teman
EKO (tutup kepala) hanya bisa merintih kesakitan, di kedua betih bersarang dua butir timah panas saat petugas menggiring ke Mako Polda Kaltim, kemarin.
EKO (tutup kepala) hanya bisa merintih kesakitan, di kedua betih bersarang dua butir timah panas saat petugas menggiring ke Mako Polda Kaltim, kemarin.

Karena Utang, Eko Tega Bunuh Dua Teman

Kasus Penemuan Tulang Manusia di Km 27 Poros Bontang

BALIKPAPAN – Kurang dari sebulan, tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim dan Satreskrim Polres Bontang berhasil mengungkap kasus penemuan dua mayat yang tinggal tulang belulang.
Diketahui, mayat tersebut ditemukan warga sekitar di kawasan Kilometer 27 Jalan Poros Bontang-Samarinda RT 11, Desa Semangkok, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara pada 8 November lalu.
Dipastikan dua mayat tersebut merupakan korban pembunuhan, terbukti petugas berhasil mengamankan satu tersangka diketahui bernama Eko Susilo (35) warga Jalan Damanhuri, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda.
Dari hasil identifikasi, kedua korban berjenis kelamin laki-laki yang bernama Subhan Nur alias Yusuf (21) dan Sutardi (51) warga Kota Bangun, Kutai Kartanegara.
Direktur Kriminal Umum Polda Kaltim, Kombes Pol Winston Watuliu mengungkapkan, pelaku berhasil diamankan pada Senin (28/11) sore di Kampung Sepan, Kelurahan Sotek, Penajam Paser Utara sekira pukul 16.40 WITA.
“Pengungkapan relatif singkat, hanya berselang kurang dari tiga pekan. Penyelidikan dilakukan mulai dari identifikasi korban yang sudah tinggal tulang hingga mengarah ke pelaku dan berhasil kita tangkap,” beber Wisnton kepada media ini.
Kendati demikian, pihaknya terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menghadiahi dua butir timah panas yang bersarang di kedua betis Eko. Karena, saat ditangkap, hendak melakukan perlawanan.
“Kami lakukan tindakan tegas, karena sangat membahayakan anggota kami jika tidak dilumpuhkan,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan pelaku yang tega membunuh kedua korban yang merupakan rekan pelaku, karena masalah utang yang diawali perampokan.
“Mereka ini berteman, pelaku punya utang ke salah satu korban Rp2 juta. Selain itu, pelaku juga berniat merampok korban,” sebutnya.
Pembunuhan tersebut dilakukan sekira bulan Oktober 2016 lalu, dan dilakukan dengan sadis, di mana pelaku pertama kali membunuh Sutardi dengan memukul kepala korban dengan sebuah palu besi dan dibuang di lokasi penemuan mayat.
Selang 10 hari berlalu, pelaku menghabisi nyawa Yusuf dengan cara menusuk perut korban dengan sebilah pisau dan membuang mayat di lokasi pembuangan mayat Sutardi dengan posisi ditumpuk.
“Tersangka mengambil barang berharga milik korban, diantaranya uang Rp11 juta dan satu unit truk,” ujarnya.
Kepada media ini, tersangka Eko berdalih sebelumnya kedua korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan. “Sakit hati saja, ada kata-kata yang tidak enak,” kilah pria kelahiran Balikpapan, 27 Desember 1981 ini.
Tersangka yang pernah melakukan tindak pidana serta kabur dari rutan tahun 2009 ini mengaku, setelah membunuh kedua rekannya, dia hidup berpindah-pindah untuk menghindari kejaran petugas.
“Pindah-pindah saja dari Samarinda, Tenggarong, Balikpapan dan Penajam. Uangnya sudah habis buat main perempuan di Bontang selama pelarian,” aku pria beristeri tiga ini.
Sangat jelas, kendati menuturkan penyesalan melakukan pembunuhan. Tapi, dalam mengucapkan tidak menunjukkan rasa penyesalan. “Ya nyesel, tapi gimana lagi. Ya sudah terjadi,” cetusnya. (yud)