Breaking News
Home >> Gaya hidup >> Vaping Masih jadi Alasan Berhenti Merokok
ILUSTRASI pria menggunakan Vaping (FOTO: ISTIMEWA)
ILUSTRASI pria menggunakan Vaping (FOTO: ISTIMEWA)

Vaping Masih jadi Alasan Berhenti Merokok

TREN penggunaan vaping atau rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional, kian jadi tren. Tidak terkecuali di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Nama Vaping sendiri berasal dari kata Vapor yang berarti uap. Memang cara kerja rokok elektrik sendiri adalah mengubah cairan menjadi uap yang menyerupai asap seperti sedang merokok. Meskipun menuai pro dan kontra, namun vaping semakin menyebar dan kian disukai masyarakat, lantaran vaping sendiri mudah dibawa kemana mana.
Tren vaping menjadikan anak muda di kota Raja, Riko Pemuda (23), mesti membuka toko khusus Vaping dan kelengkapannya, sampai liquid-nya. Tidak sedikit orderan vaping dan cairan beragam rasa yang dia terima belakangan ini.
“Vaping ini sama seperti rokok sisha, cuma lebih individu untuk penggunany. Kalau Sisha dihisap menggunakan bara, sedangkan Vaping menggunakan energi baterai. Banyak yang beli karena dianggap Vaping sebagai cara berhenti merokok,” sebut Riko, saat berbincang dengan Koran Kaltim.
Sama seperti rokok elektrik biasa, para pengguna Vaping bisa menghisapnya dengan bermacam rasa yang disukai, hanya dengan menambahkan Liquid atau isi perasa pada Vaping.
“Kalau Vaping ini, dia bisa dibawa kemana aja. Bedanya, dengan Sisha, dia lebih individu yang memakainya,” demikian Riko. (yul1116)