Breaking News
Home >> Balikpapan >> Walikota Ingin Gedung Parkir Dikelola Swasta
PENINJAUAN : Walikota Rizal Effendi bersama rombongan melakukan peninjauan Gedung Parkir Klandasan yang pekerjaannya sudah rampung.
PENINJAUAN : Walikota Rizal Effendi bersama rombongan melakukan peninjauan Gedung Parkir Klandasan yang pekerjaannya sudah rampung.

Walikota Ingin Gedung Parkir Dikelola Swasta

BALIKPAPAN- Sejak September 2016 lalu, pembangunan gedung parkir Klandasan telah dirampungkan oleh kontraktor BUMN Nindya Karya. Bahkan, gedung setinggi delapan ini telah diserahterimakan kepada pemerintah kota
Senin pagi, Wali Kota Rizal Effendi bersama Sekda, Asisten II, III dan SKPD seperti Dinas Perhubungan, Dinas PU dan Dispenda meninjau gedung parkir Klandasan.
Rizal bersama rombongan melihat setiap lantai parkir hingga ke ruang serba guna yang berada di lantai delapan gedung parkir Klandasan.
Rizal berharap keberadaan gedung parkir yang menelan anggaran Rp98 miliar ini bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. “Tidak ada koreksi dari pembangunan tapi kita akan percepat pola pemanfaatannya, apakah UPTD atau langsung ke swasta dikerjasamakan. Sebenarnya lebih enak dia yang kelola pokoknya kita tahunya terima pendapatan,” ujar di sela-sela peninjauan.
Dia berharap keberadaan gedung parkir ini juga dapat menertibkan kesemrawutan Jalan Jenderal Sudirman sebagai Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). “Ini kita awali dulu dengan ujicoba pada Desember nanti, terutama seluruh sepeda motor tidak boleh parkir di pinggir jalan, harus masuk parkir di sini. Kita bentuk panitia nanti diumumkan kepada pihak ketiga,” kata Rizal.
Rizal mengungkapkan Pemkot juga akan membentuk panitia kerja untuk menentukan pengelola gedung parkir karena sudah ada beberapa swasta yang berminat.
“Ada beberapa pihak yang mau mengelola gedung ini seperti dari Blue Sky dan Angkasa Pura. Nanti pengelolanya kita putuskan sebelum Januari 2017,” ujarnya.
Untuk besaran PAD dari gedung parkir, katanya belum dilakukan penghitungan karena hingga saat ini juga belum ditunjuk pengelola gedung parkir. “Lebih baik dikelola pihak ketiga karena lebih profesional dan kita (Pemkot) juga tidak ada beban apapun. Kalau UPTD kan ada biaya seperti pemeliharaan. Kita juga belum ada pengelolaan lahan parkir di gedung seperti ini,” tandasnya.
Bahkan Rizal menerima usulan bisa dimanfaatkan arena bowling karena selama ini cabor ini belum memiliki tempat sendiri. “Nanti coba dikaji karena alat untuk olahraga bowling juga ada bebannya. Usulan itu baik saja karena atlet bowling saat ini kan tidak punya arena,” ujarnya.
Selain berdiri dengan delapan lantai, gedung parkir Klandasan yang proyek pembangunannya menghabiskan anggaran Rp98 miliar ini juga dilengkapi kawasan kuliner di lantai dasar dan ruang serba guna di lantai delapan gedung. Termasuk memiliki fasilitas keamanan berupa CCTV.
Gedung ini sudah masuk dalam proses pemeliharaan sejak September lalu. Staf keuangan PT Nindya Karya, Dheni mengatakan tahap pemeliharaan itu dimulai pada September 2016. Sehingga gedung ini masih tanggung jawab kontraktor. “Nanti kalau sudah selesai tahap pemeliharaan maka kita serahkan sepenuhnya ke Pemkot Balikpapan,” ujarnya.
Gedung Parkir Klandasan ini mampu menampung 600 unit mobil dan 400 sepeda motor ini dikhususkan sebagai tempat parkir kendaraan dari lantai satu hingga tujuh.
Sedangkan di lantai delapan terdapat ruang serba guna yang cukup luas. Kemudian, ada ruang kuliner dengan 16 petak berukuarn 4×3 meter berbentuk L yang berada di lantai satu dan dua. (din)