Home >> Balikpapan >> Walikota: Kalau Bandel Cabut Izin Dua-duanya
barisan-sakit-hati-menyerobot-izin-operasional

Walikota: Kalau Bandel Cabut Izin Dua-duanya

YIB dengan YPAIT Saling Lapor

BALIKPAPAN- Pemerintah kota meminta Yayasan Pendidikan Al Istiqomah Terpadu untuk menghormati kesepakatan yang telah dibuat, yakni kegiatan belajar mengajar tingkat SDIT dilakukan di Lapangan Merdeka, sedangkan SMPIT dilaksanakan di YPAIT Jalan Syarifuddin Yoes.
“Kalau tetap bandel ya tidak kita izin. Bila kedua belah tidak patuh dengan apa yang kita sampaikan, ya kita cabut izinnya sama sekali,” tegas Walikota Rizal Effendi, Senin (21/11).
Rizal mengaku kedua belah pihak sepakat untuk pelaksanaan belajar untuk tingkat SD dilakukan di Pertamina sampai enam bulan ke depan atau tahun ajaran baru. “Nanti kalau di sana (jalan Syarifuddin Yoes) mau buat SD ya kita berikan izin setelah guru atau siswa mau pindah sana silakan, biar nanti di sini mempersiapkan. Kalau di sana bandel ya tidak kasih izin,” tandasnya.
Rizal menyayangkan pula kasus ini makin kisruh padahal sudah ada upaya jalan tengah yang diambil Disdik, namun malah berujung pada laporan ke PTUN. “Pokoknya harus di sini dulu sampai selesai. Orang tua ini terbagi dua, ada orangtua kelompok sana dan kelompok sini. Mereka sendiri yang buat tajam, kan sudah patuh terus ada gugatan ke PTUN ya tunggu saja putusan ada yang melapor ke polisi ya tunggu laporan polisi kenapa sekarang yang dimainkan anak-anak, kasian anak-anak,” ujarnya.
Rizal juga sudah mengingatkan agar jangan sampai ada yang mengintimidasi terutama kepada siswa dan dan guru. “Kalau nggak patuh ya selesaikan secara hukum. Tunggulah putusan PTUN dan tunggu putusan polisi bagaimana. Jangan anak-anak sama gurunya ditekan-tekan. Kasian mereka. Kalau kedua bandel ya cabut izinnya,” tukasnya.
Terpisah, Kadisdik Kota Muhaimin Iskandar memaparkan sudah tujuh kali melakukan mediasi antara kedua Yayasan Istiqomah Balikpapan (YIB) dengan Yayasan Pendidikan Al Istiqomah Terpadu (YPAIT), namun sepertinya kedua belah pihak tidak pernah sepakat.
“Akhirnya YPAIT mengambil jalan hukum ke PTUN untuk mempertanyakan surat SDIT di kawasan Istiqomah dan YIB ke polisi untuk menanyakan ada dugaan pemalsuan dokumen pengalihan dari YIB ke YPAIT. Ya kita Disdik sekarang masih menunggu,” ujarnya kemarin.
Nantinya, menurut Muhaimin keputusan hukum yang bersifat tetap pihak Disdik akan ikut. “Karena memang sulit untuk dipersatukan. Sudah tidak bisa karena masing-masing bertahan pada argumennya. Mediasi dan poin-poin yang kita keluarkan tidak bisa disepakati mereka berdua, tapi kita sudah ingatkan mereka tidak boleh lakukan hal-hal enam poin yang kita buat,” tuturnya.
Enam poin itu yakni SDIT di bawah YIB tetap pelaksanaannya di kawasan Istiqomah Pertamina, sedangkan SMP YPAIT di Jalan Syarifuddin Yoes. Selama proses hukum kedua yayasan tidak boleh melakukan intervensi seperti YIB tidak boleh intervensi pengelolaan SDIT, kemudian YPAIT tidak boleh memindahkan SD di Istiqomah ke Syarifuddin Yoes sambil menunggu proses hukum. “Intinya seperti itu,” ujarnya.
Dia menegaskan, jika kasus ini benar-benar merugikan murid, maka dinas pendidikan kota akan melakukan intervensi. “Izin kita cabut dua-duanya kalau mereka tidak bersatu. Intinya jangan sampai anak-anak terganggu proses belajar mengajarnya,” tegasnya. (din)