Home >> PPU - Paser >> Warga Antusias Ikuti Apel Nusantara

Warga Antusias Ikuti Apel Nusantara

TANA PASER – Ribuan orang yang menggunakan ikat kepala berwarna Merah dan Putih, Rabu (30/11), memadati halaman Kantor Bupati Paser sejak pukul 07.30-11.00 Wita.
Mereka terdiri dari anggota Kodim 0904/TNG, Polres Paser, organisasi pemuda, organisasi masyarakat serta Siswa SMA sederajat, pejabat dan DPRD Kabupaten Paser.
Untuk diketahui, penggunaan ikat kepala berwarna merah dan putih ini, adalah tanda dari Gerakan Nasional Nusantara Bersatu yang digagas oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu.
Dilakukan secara serentak di Indonesia pada 30 November 2016, termasuk di Kabupaten Paser. Dimana, kegiatan diisi dengan apel, orasi tentang persatuan dari sejumlah elemen, atraksi pencak silat, dan panggung seni. Seperti pembacaan puisi, tari-tarian, band serta marching band.
Ditemui usai kegiatan, Dandim 0904/TNG Letkol Arm Mulyadi mengungkapkan, bahwa agenda ini merupakan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu dan bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berpesan kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta hidup bertoleransi antarumat beragama. Mengingat, maraknya isu makar yang berkembang belakangan ini,” katanya.
Kendati santernya isu makar akhir-akhir ini, ia menegaskan, bahwa hingga kini situasi dan kondisi di Kabupaten Paser masih terpantau aman dan kondusif. “Alhamdulillah, kegiatan hari ini berlangsung tertib, aman dan lancar. Semoga, apa yang kita harapkan bersama bisa terwujud, serta Paser tetap aman dan kondusif,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan menyampaikan, bahwa Kabupaten Paser berasal dari beraneka ragam suku, agama dan budaya.
“Segala bentuk perbedaan, hendaknya menjadi modal untuk bersama-sama membangun dan menjaga situasi Kamtibmas di Paser tetap kondusif,” ungkapnya.
Terkait penyampaian pendapat di muka umum di Jakarta pada 2 Desember mendatang, ia menerangkan, pihaknya belum ada menerima laporan. Kalaupun ada, ia berharap, supaya penyampaian pendapat dilakukan di Kabupaten Paser saja.
“Insya Allah, aspirasinya akan kami teruskan dan sampaikan ke Mabes Polri,” pungkasnya. (sur)