Breaking News
Home >> PPU - Paser >> Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Laporkan Jika Ada yang Mencurigakan

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), H. Yusran Aspar meminta kesiagaan dini perlu ditingkatkan di lingkungan masyarakat kabupaten PPU, guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayahnya.
Demikian dikatakannya kepada Koran Kaltim, siang kemarin, pasca terjadi teror peledakan bom molotov di Gereja Gereja Oikumene Samarinda seberang serta ditangkapnya dua terduga teroris kawanan pelaku terror tersebut di Desa Girimukti Jumat (18/11) lalu.
Selain itu, lanjutnya, bagi ketua RT untuk lebih proaktif mengawasi warganya terkhusus bagi tamu dan pendatang di wilayahnya agar menerapkan warga wajib lapor selama 1 x 24 jam.
Sementara bagi tetangga pendatang baru tersebut, juga harus sigap dan ada kepedulian, jangan sampai membiarkan jika menemukan sesuatu yang ganjil atau mencurigakan di lingkungannya.
“Kesiagaan dini itu perlu ditingkatkan di lingkungan masyarakat. Salah satunya bagi seluruh Ketua RT , jika ada tamu atau pendatang di wilayah mereka harus lapor 1 x 24 jam, dan tetangga juga tidak boleh tinggal diam, harus sigap jangan dibiarkan apabila ada hal – hal mencurigakan di lingkungannya. Bila semuanya itu bisa dijalankan, dalam arti kata bisa kerja sama, insya Allah petugas keamanan bisa terbantu,” kata Yusran.
Bupati mengatakan, segala sesuatu juga harus selalu dikoordinasikan. Baik antarsesama petugas, aparat keamanan maupun kepada seluruh masyarakat PPU. Apabila hal itu dapat terlaksana dengan baik, pastilah segalah urusan akan semakin mudah. Salah satunya adalah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan masyarakat, secepat mungkin informasi tersebut segera diketahui oleh pihak yang berwenang.
Sementara itu, tambahnya, terkait penangkapan terduga pelaku teroris di Jalan Silkar RT 16 Desa Girimukti PPU yang diduga jaringan pelemparan bom malotov Gereja Oikumene Samarinda, dirinya selaku pribadi dan atas nama Pemkab, mengucapkan terima kepada jajaran Kepolisian khususnya Densus 88, Gegana dan Polres PPU, sehingga berhasil menangkap Joko dan Ridho tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisan, TNI, serta tentunya masyarakat, semua itu luar biasa, selamat atas keberhasilan ini,”kata Yusran.
Yusran mengimbau, dengan kejadian tersebut sudah sepantasnya seluruh masyarakat PPU agar berhati-hati dan waspada, karena sesuai informasi yang diperoleh, telah beberapa kali kejadian wilayah PPU dijadikan sebagai tempat pelarian sejumlah teroris semacam itu.
“Melihat kondisi itu, sudah sepantasnya kita semua patut waspada dan berhati-hati, “himbau Yusran.
Ditambahkan Yusran, Polres PPU sendiri memiliki aplikasi “GoresPPU” yang merupakan aplikasi berbasis android.
Aplikasi ini kata dia, dapat di gunakan masyarakat pengguna smartphone dan bisa melayani masyarakat selama 24 jam. Masyarakat bisa menginformasikan ketika mengetahui ada gangguan Kamtibmas. (nav)