Home >> PPU - Paser >> Warga Kesulitan Dapatkan Premium

Warga Kesulitan Dapatkan Premium

Pascakebakaran SPBU

PENAJAM – Pascaterbakarnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) PT Kini Maju Jalan Provinsi Km 1,5, Kelurahan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sejumlah warga kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di wilayah PPU.
Demikian dikatakan, Kabid Perindustrian Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Rusli, kepada Koran Kaltim, siang kemarin.
Diakuinya, saat ini masyarakat khususnya pengemudi angkutan umum kota dan antar kabupaten termasuk para ojek, kesulitan untuk mendapatkan BBM subsidi jenis premium atau bensin, pasalnya, satu satunya SPBU yang masih menjual BBM jenis tersebut di Penajam ibu kota kabupaten, hingga kini belum beroperasi.
“Kita akui memang di SPBU Km 9 Nipah – nipah hingga kini tidak mengalami masalah untuk memberikan pelayanan penjualan BBM kepada masyarakat, namun hanya menjual pertalite dan pertamax, sementara premium atau bensin tidak lagi menjualnya,,”katanya.
Dibeberkannya, pascaterbakarnya SPBU di Km 1,5 Penajam tersebut, ada rencana dari PT Pertamina mengalihkan kuota BBM jenis premium dan pertalite sejumlah 8 Kiloliter (KL) perjenis BBM setiap harinya ke SPBU KM 9 Nipah – Nipah tetapi hingga kini pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan dari Pertamina tersebut.
“Saya kira agak sulit jika premium dialihkan ke SPBU Km 9, karena mereka tidak sudah tidak menjual lagi BBM jenis tersebut, sementara jika di pindahkan ke APMS di wilayah PPU jelas lokasinya cukup jauh dari Penajam, sehingga pengguna premium yang rata – rata adalah angkutan umum masyarakat kesulitan mendapatkannya,”tukas Rusli.
Terkait dengan pelimpahan kuota Pertalite ke SPBU Km 9, lanjutnya, jelas tidak mungkin pasalnya kemampuan tangki BBM pertalite di SPBU itu hanya mampu 10 KL saja.
Menurutnya, satu satu cara adalah segera dioperasikannya kembali SPBU Km 1,5 tersebut agar masyarakat kembali mendapatkan premium dengan mudah seperti sedia kala, dan tentu SPBU itu harus menerapkan SOP dengan jelas.
“Jika masalah ini tidak segera diatasi, tentu akan berdampak naiknya tarif angkutan umum yang telah resmi ditetapkan oleh pemerintah,”pungkasnya. (nav)