Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Warga Kubar Ancam Duduki Tambang Bekas PT KEM

Warga Kubar Ancam Duduki Tambang Bekas PT KEM


korankaltim
korankaltim
2016-10-11 07:00:34
Beri Tenggat Waktu hingga 18 Oktober 2016



SENDAWAR – Sejumlah warga Kutai Barat (Kubar) yang mengaku

korban tambang PT Kelian Equatorial Mining (KEM) di Sungai Kelian, Kampung Tutung, Kecamatan Linggang Bigung mengancam akan menduduki lubang tambang milik PT KEM di Sungai Kelian. Hal itu dilakukan menyusul janji manajemen perusahaan emas raksasa di Indonesia itu tak berniat menyelesaikan janji tertulis dalam kumpulan komunike atau pemberitahuan resmi Komite Pengarah Pengakhiran Tambang (KPPT).

Seperti penyelesaian sterilisasi pertambangan alluvial atau tambang terbuka tak sepenuhnya dilakukan di Sungai Kelian, kemudian dinding lubang tambang masuk dalam kawasan pinjam pakai seluas 6.750 hektare dan program budidaya ikan air tawar di Kampung Tutung serta enam desa yang rencananya dijadikan percontohan di kawasan PT KEM belum terwujud. Hal itu ditunjukkan dengan pernyataan tertulis warga ditujukan ke Pemkab Kubar tertanggal 3 Oktober 2016.

“Suratnya sudah kami sampaikan ke bupati Kubar, dan ditembuskan ke Presiden Joko Widodo di Jakarta. Kami mohon mediasi, agar Pemkab Kubar fasilitasi. Tenggat waktunya hingga 15 hari kedepan, tepatnya tanggal 18 Oktober 2017. Jika manajemen PT KEM tak merespon, kami akan duduki Sungai Kelian dan lubang bekas tambang milik PT KEM,” tegas Koordinator Masyarakat, Pius Erick Nyompe juga Direktur Eksekutif Ketahanan Masyarakat Tambang dan Lingkungan (LKMTL) kepada wartawan di Sendawar, Senin (10/10).

Seorang warga Kubar, Ginting mengaku sebagai sebagai korban kekerasan aparat keamanan di PT KEM terjadi beberapa tahun silam. Ginting kini berdomisili di Kecamatan Barong Tongkok turut bersuara dan ikut dalam aksi warga menuntut PT KEM.

“Kami pertanyakan penggunaan dana abadi USD11,2 juta di KPPT. Dana itu untuk pemantauan, pemeliharaan dan dana transisi masyarakat, ditambah USD1 juta untuk dana pendidikan. Tapi, sampai sekarang tak jelas dimana dana itu,” ungkapnya.

Karena itu, warga telah bertekad, jika dalam 15 hari kedepan tak mendapat respon manajemen PT KEM akan menduduki kawasan lubang tambang tersebut. “Batas waktunya hanya 15 hari, jika tak ditanggapi, kami dan ratusan warga Kampung Tutung dan warga Kubar yang merasa dibodohi perusahaan akan duduki Sungai Kelian dan lubang bekas tambang PT KEM,” imbuhnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak PT KEM, yakni pengelola kawasan konsesi bekas tambang PT KEM, yakni PT Hutan Lindung Kelian Lestari (HLKL) belum berhasil dikonfirmasi media ini. Direktur PT HLKL, Gregorius Palon dihubungi berulang melalu telepon selularnya, namun tidak aktif. Bahkan, pesan singkat dikirim media ini belum dijawab. (imr)

loading...

baca LAINNYA