Home >> Kutai Kartanegara >> Warga Kukar Dilarang Gelar Demo 212

Warga Kukar Dilarang Gelar Demo 212

Dandim: Juga Dilarang Ikut Aksi di Jakarta

TENGGARONG – Dandim 0906/Tgr Letkol Ari Kav Ari Pramana Sakti dan Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Fadillah Zulkarnaen me-larang warga Kukar meng-gelar demonstrasi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember di Teng-garong. Selain itu, warga Kukar juga dilarang ikut dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.
Hal itu ditegaskan dalam pertemuan yang dihadiri tokoh agama dan tokoh adat di Kodim 0906/Tgr, Kamis (24/11).
“Saya tegaskan tidak boleh ada aksi yang dila-kukan di Kukar. Ini agar menjaga ke-amanan dan ke-stabilan daerah. Seluruh warga Kukar juga dila-rang ikut aksi di Jakarta. Sebagai warga yang baik, hargai peraturan yang telah ditetapkan negara ini,” tegas Ari usai pertemuan kepada Koran Kaltim.
Ari menegaskan, TNI bersama Polri menetapkan status siaga I pada 2 Desember mendatang. Petugas akan melakukan partroli gabungan ke sejumlah wilayah yang dianggap rawan, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Siaga tetap kita lakukan walau nantinya tidak ada aksi. Antisipasi dini lebih baik dilakukan dari pada terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Ini komitmen kita bersama antara TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat di Kukar. Kita cukup berada di daerah kita dan melak-sanakan aktivitas seperti biasanya. Jangan dengarkan isu-isu yang tidak mendidik buat kita,” tegas Ari lagi.
Ari menyebut aksi Bela Islam Jilid III kental muatan politis dan rentan disusupi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.
Larangan bagi warga Kukar untuk ikut unjuk rasa 212 sebelumnya juga disampaikan Pangdam VI/Mulawar-man, Mayjen Johny L Tobing dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Awang bahkan menyebut warga Kaltim yang berangkat ke Jakarta sebagai calon teroris. “Kalau ikut aksi ke Jakarta, patut dicurigai. Karena, mereka calon teroris dan patut diwaspadai karena pemikirannya radikal,” cetus Awang Faroek. (ind)