Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Warga Pangempang Minta Dimekarkan dari Tanjung Limau

Warga Pangempang Minta Dimekarkan dari Tanjung Limau

TENGGARONG – Masyarakat Dusun Pangempang Desa Tanjung Limau Keca-matan Muara Badak menuntut dimekarkan dari desa induknya. Padatnya jumlah pen-duduk dan jauhnya ja-rak ke desa induk menjadi alasan mendasar agar desa itu dimekarkan.
“Potensi Dusun Pangempang sangat besar, layak dimekarkan. Jarak antara dusun ke desa induk menapai 13 kilometer. Demi peningkatan pelayanan, kami merasa sangat layak dimekarkan,” kata Sekretaris Tim Perjuangan dan Pembentukan Desa Pangempang, Mansyur kepada Koran Kaltim, kemarin.
Menurut dia, per-juangan pembentukan Desa Pangempang su-dah sejak 2014 lalu dilakukan. Wacana ini juga mendapat du-kungan dari desa induk.
“Beberapa hari lalu, tokoh masyarakat sudah merapatkan barisan kembali untuk kembali memperjuangkan agar Dusun Pangempang bisa lepas dari Desa Tanjung Limau,” ujarnya.
Jumlah penduduk Dusun Pangemplang mencapai 1,596 jiwa. Desa ini mengandalkan perikanan dan pariwisata.
Sementara itu, Kabag Administrasi Pemerintahan Setkab Kukar Sung-gono mempersilakan tokoh masya-rakat mengusulkan pemekaran desa.
Selagi memenuhi syarakat, kata dia, pemerintah pasti memproses usulan warga. “Kalau syaratnya terpenuhi, Pemkab Kukar akan melakukan kajian dan analisa bersama akademisi, apakah desa tersebut layak atau tidak layak dimekarkan,” katanya.
Sunggono yang juga merupakan mantan Camat Muara Badak ini mengaku wacana pemekaran Desa Tanjung Limau itu belum pernah diusulkan sewaktu ia menjabat di wilayah itu.
“Saat itu, masyarakat masih ter-pecah, sebagian mendukung men-dirikan desa baru dan lainnya masih ingin bergabung dengan Desa Tan-jung Limau. Saya sudah dua kali meninjau ke lapangan,” terangnya.(ran415)