Breaking News
Home >> DPRD KALTIM >> Warga Pesisir Belum “Merdeka” Listrik
JARING ASPIRASI : Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi (7 dari kanan) foto bersama setelah menjalankan reses di Balai Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Minggu (20/11).
JARING ASPIRASI : Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi (7 dari kanan) foto bersama setelah menjalankan reses di Balai Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Minggu (20/11).

Warga Pesisir Belum “Merdeka” Listrik

Minta Program Musrenbang Dimaksimalkan

SAMARINDA – Pemerataan pembangunan di kawasan pesisir Kabupaten Kukar, khususnya Kecamatan Anggana masih jauh dari kata adil. Mulai dari infrastruktur jalan, listrik hingga kesehatan masih belum dinikmati semua kalangan.
Hal ini dikemukakan Anggota DPRD Kaltim dari Partai Golkar, Sarkowi V Zahry saat melakukan reses di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kukar, Minggu (20/11).
“Faktanya saat ini, pemerintah mengalami defisit anggaran. Sehingga, banyak sekali program infrastruktur yang belum bisa terealisasi. Salah satunya usulan dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa,” kata Sarkowi.
Dampaknya, warga Desa Sungai Meriam, Sepatin, Kutai Lama, Anggana, meminta dukungan provinsi untuk mengkoordinasikan kepada Pemkab Kukar agar lebih memperhatikan daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Seperti di Desa Sepatin. Kawasan yang berada di tengah laut ini dikatakan Ketua Fraksi Golkar ini menjadi gambaran timpangnya pemerataan pembangunan daerah pesisir Kukar.
“Listrik di sana (Desa Sepatin, Red) hanya dirasakan malam hari saja, itupun dari swadaya masyarakat,” bebernya.
Masalah lain juga dikeluhkan warga setempat, termasuk lampu penerangan jalan di jalan poros Samarinda – Anggana. Sudah ada beberapa tindakan kriminal, jambret hingga penculikan anak meskipun sempat digagalkan warga sekitar. Artinya, dengan kondisi jalan yang gelap dan secara geografis Jalan Poros Samarinda – Anggana menjadi daerah transit membuat kemungkinan tindakan kejahatan di jalanan cukup tinggi.
“Selain itu persoalan lain yang dikeluhkan masyarakat adalah KTP Nasional yang belum terealisasi dan minta segera dilakukan percepatan. Serta minta sarana penanganan kesehatan seperti rumah sakit yang belum ada sehingga membuat masyarakat Sungai Meriam, Anggana hingga Sepatin harus ke Samarinda yang memakan waktu cukup lama untuk berobat,” beber Sarkowi.(adv/akb/gg)