Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Waspada! Jambret Marak di Sangatta

Waspada! Jambret Marak di Sangatta

Delapan Lokasi Titik Rawan, Sasaran Wanita

SANGATTA – Polsek Sangatta mengimbau kepada pengendara roda dua lebih berhati-hati saat berkendaraan, khususnya di waktu subuh dan malam hari. Pasalnya, aksi penjambretan belakangan sedang marak terjadi. Terlebih lagi, hingga dengan saat ini rata-rata para pelakunya belum ada yang berhasil diciduk pihak kepolisian.
“Ahir-ahir ini, memang kasus jambret sedang marak terjadi di Sangatta. Dan saat ini kasus-kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan kami,” kata Kapolsek Sangatta AKP M Mas’ut didampingi Kanit Reskrim Iptu Rachmawan, Jumat (7/10) kemarin.
Kapolsek menerangkan, adapun 8 titik-titik rawan tindak pidana penjambretan selama ini yakni, di Jalan APT Pranoto, Jalan Yos Sudarso I, Jalan IA Muis, Jalan Yos Sudarso IV, Jalan Poros Kabo Jaya, areal Jalan Town Holl Swarga Bara, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Kenyamukan.
Kebanyakan sasaran dari para pelaku penjambretan adalah para pengendara wanita, atau ibu-ibu. Waktu yang umumnya dipilih oleh para pelaku yakni antara pukul 05.00 wita pagi hari dan pukul 18.30 wita hingga pukul 22.00 wita.
Dalam melancarkan aksinya, biasanya para pelaku akan mengintai terlebih dahulu calon korbannya. Setelah merasa situasi lengang, barulah pelaku akan mendekati korbannya. Para pelaku biasanya terdiri atas dua orang dan mengunakan motor.
“Kita mengimbau supaya masyarakat, khususnya para pengendara wanita, kalau bisa jangan beraktifitas sendirian di luar rumah. Apalagi mengendarai motor sendirian di malam hari. Dan jangan membawa barang-barang berharga seperti uang, maupun perhiasan dalam jumlah banyak,” imbuhnya.
Lanjut dia, sejak Januari hingga dengan Oktober 2016 ini, dari sekitar 7 laporan kasus penjambretan yang diterima pihaknya, baru satu yang berhasil diungkap. Sementara sisanya masih dalam tahap penyelidikan. Dan diakui, bahwa semua kasus itu belum ada yang secara resmi dibuatkan laporan kepolisian (LP), melainkan baru sebatas pengaduan. Kendati demikian, proses penyelidikan akan tetap terus dilakukan pihaknya.
Menurutnya, seperti anggota Reskrim Polsek Sangatta, secara berkala telah ditugaskan untuk berpatroli di titik-titik yang selama ini rawan tindak pidana. Hal itu sebagai upaya dan langkah pencegahan dari pihaknya.
“Semua informasi yang kita terima dari para korban, sejauh ini terus kita kumpulkan. Dari situlah akan kita kembangkan. Dan hingga kini, dari keterangan para korban, sepertinya para pelaku penjambretan ini bukan hanya satu kelompok, tapi ada dua hingga tiga kelompok,” tuturnya. (sab)