Wenny, Gadis Cantik yang Juga Seorang Penyidik


korankaltim
korankaltim
2016-10-17 19:44:53
SIAPA sangka, dibalik senyum manis dan wajah rupawan dibalut hijab, gadis ini ternyata berprofesi sebagai penyidik kriminal. Adalah Wenny Dwi Anjany atau akrab di sapa Wenny, yang sudah hampir 2 tahun belakangan bekerja sebagai anggota tim penyidik reserse kriminal (Reskrim) di Polsek Samarinda Utara.

Menjadi seorang polisi wanita (Polwan) merupakan cita-citanya sejak kecil, meskipun sempat tidak didukung oleh ayahnya, namun berkat kegigihannya untuk meyakinkan kedua orangtuanya, akhirnya orangtuanya pun mendu-kungnya hingga sekarang.

“Awalnya saya memang bercita-cita menjadi Polwan, lalu saya mencoba mencari-cari info tentang penerimaan Polwan di internet, dan akhirnya saya mem-beranikan diri mendaftar,” kenangnya.

Gadis kelahiran Tanjung Selor, 5 Januari 1996 ini menga-takan, sebagai seorang penyidik ia ber-tugas menangani perkara pidana, mulai dari penyi-dikan sampai me-lakukan tugas pemberkasan.

Dalam pe-kerjaannya tersebut, ia kerap kali bertemu dengan para pelaku kejahatan dengan berbagai macam latar belakang kasus, mulai dari pencurian, pemukulan, perampokan dan ber-macam kasus pidana lain.

Namun demikian, hal tersebut tidak membuat gadis yang hoby menyanyi tersebut gentar. Ia mengatakan, pada saat pendidikan polisi, ia digembleng untuk menjadi pribadi yang siap ditempatkan dalam bermacam kondisi, baik yang ekstrim dan berbahaya sekalipun. Ia juga menuturkan, ia bangga dengan pekerjaannya saat ini, karena selain bekerja, ia juga bisa mengabdi kepada negara.

“Senang dan bangga karena sambil bekerja tetap bisa mengabdi kepada negara,” sebutnya.

Namun demikian, Polwan berpangkat Bripda (brigadir polisi dua) tersebut, sering kali harus menahan kebaha-gianya, kala harus bersiaga dan ber-tugas pada saat hari-hari besar, teru-tama hari raya dimana banyak orang lazim ber-kumpul dengan keluarga.

Selain itu, sebagai seorang penyidik ia juga kadang harus pulang ke rumah hingga larut malam, karena harus membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari laporan masyarakat. Untuk itu, ia mengatakan yang terpenting dalam menjalani pekerjaan adalah, mengerjakannya dengan ikhlas.

“Dan juga yang tak kalah penting, kita harus bgekerja sesuai aturan, dan arahan yang telah diberikan oleh pimpinan,” tuturnya.

Karena keterampilannya dalam berkomunikasi, bahkan pemilik mata indah ini juga berkesempatan untuk menjadi seorang pembaca berita kriminal di salah satu televisi lokal di Samarinda. Ia mengatakan bahwa ia merasa bangga dan senang.

“Senang bisa punya pengalaman menjadi presenter, apalagi membawakan berita kriminal di wilayah hukum kaltim. Merasa beruntung juga, karena men-dapatkan ilmu baru lagi, sebagai presenter,” pungkasnya. (rs616)

baca LAINNYA