Home >> PPU - Paser >> Winda Apriana, Offroader Berpangkat Bripda

Winda Apriana, Offroader Berpangkat Bripda

SAAT gelaran Operasi Zebra Mahakam 2016 di Kabupaten Paser, terlihat sesosok perempuan yang sepertinya tak asing di barisan polisi yang melaksanakan giat razia. Pasalnya, wajahnya kerap menghiasi event-event offroad di tanah air.
Dialah Bripda Winda Apriana Zarona Harahap, anggota Unit Dikyasa Satlantas Polres Paser dibawah komando Kasatlantas AKP Hendro Wibowo. Siapa sangka, dulunya pembalap off road yang bercita-cita menjadi polisi hingga akhirnya berpangkat Bripda.
Bripda Winda pernah mengikuti Spirit Tana Paser Extreme Competition Off Road di Kilometer 4 Tanah Grogot pada 2012 silam. Ia tampil pada kelas 10 SCS Non-Winch. Berhubung usianya saat itu belum genap 16 tahun, sehingga hanya sebatas memeriahkan event saja.
Tak hanya itu, masih di tahun yang sama, Bripda Winda yang tergabung dalam Klub East Borneo Off Road Squad Team (E-BOS) juga mengikuti event Kartini Off Road di Sentul, Jakarta. Meskipun hanya meraih prestasi di 20 besar, namun event tersebut paling berkesan pada dirinya.
“Hari itu, saya merupakan peserta termuda dan terjauh,” ungkapnya saat ditemui Koran Kaltim di sela-sela kesibukannya melaksanakan Operasi Zebra Mahakam 2016 dan sebagai panitia Adventure Trail 2016 dalam rangka HUT ke-61 Polantas di ruangannya.
Selama menggeluti dunia olahraga yang biasanya hanya digemari kaum adam itu, prestasi perempuan ini tak bisa dianggap remeh karena terus mengalami peningkatan. Mulai 20 besar, 10 besar hingga meraih juara umum.
“Selain 20 besar di Kartini Offroad, dan 10 besar di Kejurda seri 3 Sangatta, saya pernah meraih Juara 5 pada Kejurnas seri 1, kemudian Juara 5 kelas 6 silinder Speed Off Road di Palangkaraya, dan juara 1 lokal di Tanah Grogot. Sebenarnya ada lagi, seperti Kejurnas Off Road bertajuk BBS Nasional Off-Road Championship garapan Pengurus Daerah Indonesia Off-road Federation (Pengda IOF) Kaltim,” ucapnya.
Ibarat pepatah, buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Kegemaran Bripda Winda pada dunia otomotif tersebut tak terlepas dari sang ayah yang suka menikmati medan jalan penuh tantangan, yakni Ahmad Sultono Harahap, offroader kenamaan milik Kaltim atau lebih dikenal Toni King. Bahkan, hobi ayahnya memperbaiki mobil juga diikuti oleh Bripda Winda.
“Sejak usia 16 tahun, saya sudah bisa mengemudi, tapi cuma mengemudi di kebun sawit, belum boleh di jalan umum, karena usia masih belum memenuhi syarat. Kalau sekarang sudah boleh, bahkan Pak Hendro menyerahkan satu mobil operasional Dikyasa lantas untuk patroli,” ujarnya.
Polwan kelahiran 4 April 1996 yang paham dunia otomotif ini menerangkan, bahwa setiap event off road tentunya selalu mengutamakan keselamatan pembalap dan penonton di sekitarnya. Oleh sebab itu, baik peserta maupun penonton wajib mematuhi aturan pihak penyelenggara.(sur)