Home >> Headline >> Wow, SMKN 2 Tanjung Batu Produksi Ikan Kaleng Cakalang
SISWI SMKN 2 Tanjung Batu sedang mengolah ikan kaleng berlabel Esemka 3 Edu-Production. Produk olahan tersebut bakal diluncurkan Bupati Berau akhir bulan ini.
SISWI SMKN 2 Tanjung Batu sedang mengolah ikan kaleng berlabel Esemka 3 Edu-Production. Produk olahan tersebut bakal diluncurkan Bupati Berau akhir bulan ini.

Wow, SMKN 2 Tanjung Batu Produksi Ikan Kaleng Cakalang

TANJUNG BATU – Potensi perikanan di Berau memiliki peluang sangat besar untuk dikembangkan. Tak hanya dari sisi tangkapan ikan, namun industri pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Peluang itu dimanfaatkan siswa-siswi SMKN 3 Perikanan di Tanjung Batu, Berau yang kini mulai hasilkan produk olahan berupa ikan jenis Cakalang menjadi ikan kaleng dengan merek Esemka 3 Edu-Production.
Pengolahan ikan kaleng tersebut sempat diposting melalui media sosial, produk yang dihasilkan dari kreativitas pelajar itu mendapat respon positif pada netizen.
Direktur SMKN 3 Perikanan Tanjung Batu, Muhammad Jufri produk pengalengan ikan masih dibenahi, baik standar mutu, rasa hingga kedaluwarsa. Sebab, produk tersebut dalam tahap uji coba dan perlu penyempurnaan.
“Kalau semua sudah dibenahi, Insha Allah akan diluncurkan akhir November atau Desember nanti sekaligus mengundang bupati Berau,” ujar Jufri.
Selain itu, dia juga mengaku bahwa peluang pengembangan usaha perikanan dan kelautan di daerah memiliki prospek sangat tinggi. Sehingga bisa menjadi salah satu sektor unggulan perekonomian daerah yang berpotensi diwujudkan. Hasil produk dinilai bisa dikembangkan menjadi lebih besar dalam membentuk industri pengalengan ikan. Apalagi, saat ini potensi hasil ikan di Berau sangat menjanjikan.
“Jika semua terwujud, bisa mengubah pola pikir pemuda lokal. Selama ini hanya menilai profesi nelayan sebagai pekerjaan tak bergengsi. Akibatnya, tak ada regenerasi,” jelasnya.
Dengan hasil menjanjikan, Jufri optimistis hal itu dapat menjawab berbagai permasalahan yang ada saat ini. Para pelajar dididik agar memiliki daya saing untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis. Karena itu, dalam pengembangan pendidikan bidang kemaritiman tak hanya siapkan tenaga terampil untuk mengisi lapangan kerja bidang kemaritiman, namun membekali jiwa kemaritiman sejak dini.
“Tentu saja tidak cukup sekadar memahami, siswa perlu praktik di sekolah. Sehingga memberi pengalaman kerja bagi siswa,” tambahnya. (sam)