Home >> Olahraga Daerah >> Wushu Datangkan Pelatih Asal Sumsel
REGENERASI: Untuk memaksimalkan kemampuan 4 atlet taolu Kaltim menghadapi kejurnas dan Pra-PON Remaja, Pengcab WI dan KONI Balikpapan inisiatif datangkan pelatih profesional asal Sumsel. Marthen Mardan atlet wushu Kaltim yang pernah menjadi andalan Bumi Etam di kategori seni.
REGENERASI: Untuk memaksimalkan kemampuan 4 atlet taolu Kaltim menghadapi kejurnas dan Pra-PON Remaja, Pengcab WI dan KONI Balikpapan inisiatif datangkan pelatih profesional asal Sumsel. Marthen Mardan atlet wushu Kaltim yang pernah menjadi andalan Bumi Etam di kategori seni.

Wushu Datangkan Pelatih Asal Sumsel

Hadapi Kejurnas Junior dan Pra PON Remaja

SAMARINDA – Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) memutuskan mendatangkan pelatih dari luar Kaltim untuk membina atlet muda di Kota Balikpapan. Adalah Bambang Marwanto, pelatih asal Palembang Sumatera Selatan yang jadi pilihan khusus melatih di nomor taolu.
Secara keseluruhan, Wi Kaltim sudah menetapkan sebanyak 24 atlet putra/putri akan diturunkan pada ajang kejurnas junior dan pra kualifikasi PON Remaja II pada 11-17 Desember di Bangka Belitung. Kehadiran pelatih Bambang Marwanto tak lain untuk memaksimalkan latihan atlet.
Seluruh atlet junior dan remaja tersebut tengah menjalani latihan di masing-masing daerah dibawah pelatih daerah khusus kategori sanda. Sementara untuk kategori taolo, 2 putra dan 2 putri menjalani pemusatan latihan di Balikpapan bersama Bambang Marwanto.
Bambang sebenarnya sudah melatihsejak, Rabu (23/11) kemarin. Menurut Sekretaris Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Kaltim, Isnawati pemusatan latihan khusus kategori Taolu dipusatkan di Kota Balikpapan karena atletnya berasal dari Kota Minyak. Mendatangkan pelatih luar Kaltim menurut dia karena mendapat support dari KONI Balikpapan.
“Kami bersama KONI Balikpapan berinisiatif mendatangkan pelatih profesional dari Sumsel dengan harapan dikategori seni ini prestasi wushu tetap bisa dipertahankan sebagai regenerasi kedepan,” kata Isnawati.
Mendatangkan pelatih dari luar daerah menuut Isnawati adalah langkah dari Pengprov WI Kaltim memupuk kemampuan atlet untuk menghadapi kejurnas. Selepas itu Isnawati mengharapkan atlet junior wushu Kaltim kedepannya tetap terus diberikan pembinaan intens dari daerah yang dinilainya sudah berjalan baik.
“Kalau untuk pembinaan tetap berjalan terus di daerah, mereka itu seminggu latihan 3 kali rutinnya, tetapi kalau ada event pasti setiap hari, ya ini yang terus kami harapkan untuk daerah, supaya kedepannya ada regenerasi atlet wushu di Kaltim,” pungkasnya. (rgn)