Share?

KPU Ajak Warga Pampang Pilgub Kaltim


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     2018-05-16 06:00:41.000000
img

Ketua KPU Kaltim Mohammad Taufik turun langsung dalam sosialisasi Pilgub Kaltim di Desa Dayak Pampang Samarinda, Selasa (15/5) kemarin.

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim terus menjalankan sosialisasi untuk mencapai partisipasi 70 persen pada Pilgub Kaltim, 27 Juni 2018. Kali ini, Komisi Pemilu menyasar Desa Budaya Adat Dayak Pampang di Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (15/5).

Tak hanya komisioner yang terlibat, sosialisasi kali ini diawali pertemuan dengan Bawaslu, dan liason officer (LO) pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) sembari sarapan pagi bersama Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widiyanto, di Hotel Bumi Senyiur.

Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik mengatakan, dalam kesempatan itu, Kapolda Irjen Pol Priyo Widiyanto memberikan apresiasi kepada semua paslon, karena sudah menjaga kondusifitas penyelenggaraan Pilgub Kaltim sampai sejauh ini.

“Pilgub Kaltim tinggal 43 hari lagi. Artinya waktunya sudah cukup dekat. Kami berharap, kondusifitas yang sudah terjaga dengan baik selama ini, bisa terus dijaga sampai masa pencoblosan tanggal 27 Juni mendatang. Bahkan hingga selesainya pilgub,” kata Taufik menirukan ungkapan Kapolda.

Selanjutnya rombongan menuju Desa Budaya Dayak Pampang. Di tempat tersebut, KPU mengajak masyarakat untuk ikut serta menyukseskan penyelenggaraan Pilgub Kaltim 2018.

“Sosialisasi kali ini cukup menarik, karena mengambil tempat di Lamin Adat Pamung Pawai. Tempat itu menjadi salah satu bukti kearifan lokal dan budaya di Kaltim,” kata Taufik.

Ia menyebut, peradaban demokrasi yang terbangun saat ini, tak bisa dilepaskan dari kearifan lokal. Misalnya saja dari Lamin Adat Pamung Pawai. 

Lamin mencerminkan wadah masyarakat Budaya Dayak Pampang menyelesaikan berbagai persoalan. Selain itu, bagi masyarakat Dayak, tempat itu menjadi rumah bermusyawarah hingga menggelar ritual adat.

“Pilgub Kaltim go to Lamin itu menarik. Petugas PPS di Desa Dayak Pampang, Pak Antonius Nang menyampaikan, di tempat itu pemilihnya ada 800 orang. Setiap pesta demokrasi, partisipasi pemilih selalu di atas 70 persen. Padahal di Samarinda partisipasi pemilih cukup rendah hanya 49 persen,” ungkapnya.

Taufik mengapresiasi kesadaran masyarakat Desa Dayak Pampang menyukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada). Selain itu, keikutsertaan masyarakat di daerah itu menunjukan partisipasi politik masyarakat lokal cukup baik.

 “Semoga ini jadi pemicu yang baik. Di acara ini, kami bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Ada juga Dokter Enos Paselle sebagai pembicara. Beliau ikut mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Dia menambahkan, keterlibatan komunitas budaya penting menyukseskan Pilgub Kaltim. Sebab, masyarakat adat masih memegang kuat dan menghargai kepala adat, atau kepala suku.

“Output dari kegiatan sosialisasi, yakni meningkatkan partisipasi pemilih. Terutama dalam menekan angka golongan putih (golput). Salah satunya, kami harapkan bisa dibangun melalui Lamin. Melalui tokoh mayarakat dan lembaga kebudayaan,” harapnya. (adv/fir)

berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat