1.001 Lilin Damai Dari Manila untuk Indonesia


korankaltim
korankaltim
2017-05-23 15:10:16
MANILA - Gerakan Kemanusiaan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendorong Masyarakat Indonesia yang berada di Manila menyalakan 1001 lilin damai untuk Indonesia. Menyala-kan lilin sebagai lambang perdamaian dari negeri tetangga untuk bangkit dan bergerak menyuarakan kedamaian demi menyelamatkan Indonesia dari segala bentuk sentimen agama dan diskriminasi SARA.

Sekitar 100-an masyarakat Indonesia dari berbagai agama dan suku yang berdomisili di Manila hadir dalam doa lintas agama. MEreka menyalakan 1001 lilin di Memorial Circle-Quezon City Manila tepat pada Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) yang diperingati pada 20 Mei 2017 pada pukul 18.00-21.00 waktu Filipina.

Bertepatan pada Harkitnas warga Indonesia di Filipina ingin merefleksi-kan dan membangkitkan kembali semangat dan perjuangan pahlawan demi memerdekakan bangsa dari penjajahan.

Dalam refleksi kebangsaan Pastor Kopong MSF, Pastor Kopong mengajak semua masyarakat Indonesia yang hadir menjadikan malam 1.001 lilin damai untuk Indonesia sebagai kebangkitan nasionalisme menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI.

Pastor Kopong menegaskan lilin yang menyala pada malam itu menjadikan warga Indonesia sebagai lilin-lilin kebhinekaan untuk Indonesia Damai.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan media-media komunikasi sebagai sarana mengkampanyekan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan demi Keutuhan NKRI," kata Pastor Kopong dalam pernyataan tertulisnya yang diterima media ini, Senin (22/5) kemarin.

Dalam Doa bersama lintas agama ini peserta yang hadir menyanyikan lagu-lagu perjuangan sebagai semangat Indonesia yang hari ini terancam oleh paham-paham radikalisme.

Juga dilaksanakan pembagian bunga sebagai simbol dan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan NKRI.

Romo Erwin dalam pesan terakhir mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak lagi mempersoalkan perbedaan, namun saatnya menge-depankan persatuan demi satu tujuan bersama yaitu keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Acara ditutup dengan penyalaan lilin dan diiringi lagu Indonesia Pusaka serta Indonesia Merah Darahku sambil meneriakkan, “Dari Manila, bersama menjaga dan menyelamatkan Keutuhan NKRI”. (rs)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 tahun yang lalu | dibaca 887 kali
img
korankaltim
korankaltim
1 tahun yang lalu | dibaca 684 kali
img