Akper Pemprov Kaltim Akan Merger ke Unmul


korankaltim
korankaltim
2017-05-22 07:10:58
Pelajari Prosesnya dengan Studi Banding ke Bengkulu



SAMARINDA - Akademi Perawat (Akper) Pemprov Kaltim akan melakukan Merger dengan Universitas Mulawarman (Unmul). Hal ini dilakukan untuk menjalankan amanat yang terdapat dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dimana disebutkan kewenangan perguruan tinggi negeri akan berpindah dari pemerintah provinsi ke pemerintah pusat. Hal itulah yang mendasari mergernya kedua perguruan tinggi di Kaltim tersebut.

Demikian, salah satu pembahasan yang mengemuka dalam studi banding yang dilakukan Pemprov Kaltim yang diwakili Asisten I Pemprov Kaltim DR Meilina dan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Kaltim Rini Retno, serta Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Mursidi Muslim, Biro Kesejahteraan Rakyat Kaltim, Badan Aset dan Keuangan Kaltim, Pembantu Rektor IV Universitas Mulawarman Prof Bohari dan Direktur Akademi Perawat Kaltim ke Universitas Bengkulu dalam rangka mempelajari proses merger yang telah terlebih dahulu dilakukan antara Poltekes Bengkulu dengan Universitas Bengkulu. Dalam studi banding tersebut, rombongan terima Rektor Universitas Bengkulu DR Ridwan Nurzi dan civitas akademika Universitas Bengkulu, serta Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu.

Mursidi menjelaskan, berpindahnya kewenangan perguruan tinggi negeri dari pemerintah provinsi ke pemerintah pusat atau dalam hal ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sama halnya dengan berpindahnya kewenangan SMA/SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi. Dimana nantinya seluruh personil, aset dan kewenangan yang semula menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi menjadi tangung jawab pemerintah pusat yang didelegasikan ke universitas negeri setempat dengan mengikuti regulasi yang berlaku.

”Karena itulah maka Akademi Perawat Pemprov Kaltim harus mengikuti provinsi lain di Indonesia dengan melakukan merger dengan perguruan tinggi milik pemerintah pusat yaitu Universitas Mulawarman. Proses merger inilah yang kita pelajari dari Universitas Bengkulu,” ucapnya.

Politikus Golkar ini menjelaskan, terkait masalah sumber daya manusia atau dalam hal ini pegawai yang berstatus pegawai negeri sipil akan otomatis menjadi pegawai Universitas Mulawarman termasuk masalah gaji dan proses administrasi kepegawaian dan lainnya.

“Sedangkan untuk Akademi Perawat Bengkulu seperti dijelaskan Rektor Universitas Bengkulu DR Ridwan Nurzi, para pegawai diberi keleluasaan memilih untuk menjadi pegawai Pemprov Bengkulu atau menjadi pegawai di lingkungan Universitas Bengkulu,” tuturnya. (hms3)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 tahun yang lalu | dibaca 4.423 kali
img
korankaltim
korankaltim
2 tahun yang lalu | dibaca 763 kali
img