Kerangka Tulang MR X Diduga Warga Malaysia


korankaltim
korankaltim
2013-02-25 01:13:57
TARAKAN – Temuan kerangka manusia, Rabu (20/2) lalu di RT 14 Juata Laut oleh warga sekitar hingga Minggu kemarin Polres Tarakan sudah menemukan adanya petunjuk-petunjuk bisa menjadi acuan identifikasi kerangka yang sudah berhamburan.

“Kemarin sudah ada yang datang mengaku kehilangan keluarga asal Malaysia, dan nanti kita cocokkan di lapangan, soalnya dari keterangan warga di sana mereka sempat bertemu dengan seseorang yang tidak mereka kenal dengan logat Malaysia meminta rokok yang diduga mengidap kelainan jiwa,” kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan saat memberikan keterangan di ruangannya.

Desman mengatakan, pihaknya  sudah melakukan langkah-langkah seperti olah tempat kejadian perkara (TKP). ”Memang tulang belulang sudah berserakan dalam radius 20 meter dan jarak dari pemukiman sekitar 2 kilometer. Sementara itu, di lokasi sekitar tidak ditemukan pakaian dan bukti lain, begitupun dengan penyisiran di hari kedua pascapenemuan kerangka itu,” tegasnya.

Dirinya juga menyebutkan dari hasil laboratorium yang telah pihaknya dapatkan dari rumah sakit menyebutkan kerangka manusia berjenis kelamin laki-laki itu sudah banyak bagian tubuh yang hilang.

“Banyak yang hilang, ada beberapa bagian tubuh yang tidak ketemu sehingga akan dilanjutkan pencarian. Informasi di sana banyak biawak, apa itu karena digigit atau bagaimana.   Dari bagian tubuh, dokter menyebutkan tidak ada unsur kekerasan dari kepala, kemudian kita juga akan melakukan langkah-langkah lain seperti akan dilidik soalnya di lapangan tidak ditemukan pakaian,” ungkapnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga menyebutkan, dari hasil laboratorium, korban diperkirakan meninggal sejak dua hingga tiga bulan yang lalu. “Di tulang itu ada sisa- sisa daging yang masih melengket sehingga bisa dipastikan kejadiannya antara bulanDesember dan Januari sedangkan untuk usianya diperkirakan 30 hingga 40 tahun,” terangnya lagi.

Lebih jauh dikatakannya, dari informasi yang didapatkan dari masyarakat memang dua bulan yang lalu pernah menemukan orang gila di sana. Namun, pihaknya amsih melakukan pendalaman penyelidikan.

“Ada masukan dari warga yang pernah bertemu dengan orang gila yang tidak menggunakan pakaian di sana sekitar dua bulan yang lalu berlogat Malaysia dan kita berharap juga warga masyarakat bisa melaporkan jika ada yang  kehilangan keluarga, dan untuk sementara kita belum ada menduga adanya kekerasan,” ungkapnya. (saf)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
1 tahun yang lalu | dibaca 652 kali
img
korankaltim
korankaltim
1 tahun yang lalu | dibaca 777 kali
img