Ketua DPRD Kritik Usulan Proyek Tak Prioritas


korankaltim
korankaltim
2013-02-25 01:18:41
NUNUKAN- Proyek fisik usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan mendapat kritikan dari Ketua DPRD Nunukan, Nardi Azis. Pasalnya, banyak usulan yang dinilai belum prioritas untuk saat ini, sementara ada pembangunan yang prioritas belum diusulkan dan dianggarkan.

“Ada yang buat proposal penutup parit, ditandatangani lurah, ditandatangani camat, dibuat proposalnya, diajukan ke DPRD, masuk. Sementara daerah lain belum ada paritnya, yang satu sudah ditutup paritnya,” kata Nardi beberapa hari lalu.

Selain itu, banyak usulan proyek lain yang dinilai belum prioritas seperti pembangunan pagar kantor, semenisasi jalan yang belum tepat dan proyek lain. Sementara, lanjutnya, ada pembangunan yang dinilai penting dan prioritas untuk dilakukan seperti pembangunan ruang kelas belajar dan lainnya.

“Ada jalanan yang perlu disemenisasi, ada satu jalanan lagi yang belum, gerobak saja susah diangkatnya, dianggarkan semenisasi jalanan disana, sementara masyarakat sudah menikmati. Ada sekolah, ada kantor yang mau dibangun pagarnya, sementara ada sekolah yang belum ada ruang belajarnya. Diajukan rekomendasi, saya bilang, pak lurah, tolong saya,” sesalnya.

Pihaknya mengakui jika selama ini ada yang salah dalam mekanisme penjaringan aspirasi masyarakat untuk pembangunan. “Kalau parit semua ditutup, sementara ada masyarakat yang belum menikmati parit, seperti apa bangsa ini, memang mekanismenya salah,” ujarnya.

Pihaknya meminta kepada para lurah dan kecamatan se Nunukan agar tidak mudah mengeluarkan rekomendasi usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat, walaupun usulan dari anggota DPRD Nunukan hasil reses atau penyerapan aspirasi masyarakat yang dilakukan. “Saya minta lurah dengan camat mulai kemarin, jangan menandatangani proposal apapun yang diajukan masyarakat, jika itu tidak merupakan prioritas ditempat saudara,” ujarnya.

Rekomendasi usulan pembangunan yang dikeluarkan harus yang merupakan prioritas dan dibutuhkan masyarakat. “Ketika ada anggota DPRD reses turun kelapangan, pak saya disuruh Nardi, ini proposal saya untuk buat penutup parit disini. Tolong sampaikan keorang itu, bahwa proposal yang diajukan belum penting, yang penting sekarang ini buat parit disini, bukan penutup parit,” pungkasnya.

Pihaknya membantah jika ada pihak-pihak lain yang mengata-sanamakan dirinya untuk meminta proyek pembangunan kepada pemerintah. “Kalau ada yang jual nama saya, pak saya disuruh Nardi buat proposal buat semenisasi, sampaikan ke Pak Nardi , bahwa semenisasi ini belum penting, yang penting itu buka jalan disini karena itu yang diperlukan,” ujarnya. (kh)

baca LAINNYA