Panglima TNI Ajak Parpol Berperan Jaga Keutuhan Bangsa


korankaltim
korankaltim
2017-05-23 15:00:50
Ingatkan Ancaman Isu SARA dan Kebangkitan Komunisme



BALIKPAPAN - Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memberi pidato di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Golkar 2017. Gatot berpidato di Hotel Novotel, Balikpapan, Senin (22/5) kurang lebih 60 menit. Gatot memaparkan sejumlah teori-teori tentang ancaman bagi bangsa Indonesia ke depan.

Menurut jenderal bintang empat ini, partai politik (parpol) mempunyai peran strategis dalam rangka menguatkan persatuan bangsa Indonesia yang belakangan gaduh. Munculnya isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta ancaman kebangkitan paham komunisme yang dimunculkan demi kepentingan politik harus menjadi perhatian bersama.

Dihadapan para kader Partai Golkar dalam acara Rapimnas Gatot Nurmantyo mengatakan dalam konteks kekinian partai politik mem-punyai peran sangat strategis dalam rangka menyatukan persatuan bangsa.

"Kalau partai politik semua sepakat bersama-sama semua mencegah bukan hanya TNI dan Polisi karena suara rakyat suara politik kan," kata Gatot Nurmantyo dari atas podium Rapimnas Golkar, Senin (22/5).

Menurutnya TNI dan Polri tidak bisa bekerja sendiri-sendiri mengatasi permasalahan bangsa. "Usaha TNI tidak bisa melaksanakan tugas sendiri dan partai politik adalah suatu wadah yang sangat strategis dalam kesatuan dan persatuan bangsa, mari bersama-sama hilangkan fitnah, hilangkan saling menjelekkan, hilangkan sikap saling menyudutkan, membuat berita tidak benar karena itu bisa membuat perpecahan," tuturnya.

Gatot meyakini semua partai politik mempunyai etika yang santun dan menjaga keutuhan bangsa. "Semua partai politik mempunyai etika dan berniat membangun karena politik inikan sangat mulia tujuannya mem-bawa nama rakyat untuk kemaslahatan rakyat juga tidak mungkin akan memecah belah," katanya.

Menurutnya perpecahan yang terjadi saat ini bukan dari partai politik namun orang-orang yang ingin atau negara lain yang menggunakan orang Indonesia untuk memecah belah bangsa Indonesia. "Mereka (asing) mengambil peluang karena yang paling mungkin di Indonesia dengan cara SARA, yang paling mudah dengan cara agama melalui cara provokasi," tandasnya.

Pidato Gatot tidak henti-hentinya mendapat sambutan positif dari para peserta Rapimnas. Tepuyk tangan dari para peserta hampir mewarnai ruangan selama Panglima TNI berpidato. Dalam kesempatan itu Gatot sempat mem-bacakan puisi 'Tapi Bukan Kami Punya'.

Di akhir pidato, Gatot memutar sebuah lagu milik Pujiono, peserta ajang pencarian bakat di salah satu TV swasta, yang berjudul 'Manisnya Negeriku'.

Lirik lagu itu dia jadikan sebagai pesan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga kebhinekaan. Gatot lalu menutup pidatonya. "Itu kesimpulan saya, Pak. Terima kasih semuanya. Selamat berjuang, jadikan Indonesia bangsa pemenang," seru Gatot.

Saat itulah para peserta memberikan standing applause kepada Gatot. Teriakan 'capres' pun terdengar di ruangan ini. "Cawapres. Cawapres. Hidup TNI. Maju 2019," teriak peserta rapimnas yang hadir.

Sepeti diketahui Partai Golka sudah memutuskan mengusung Joko Widodo sebagai Calon Presiden di Pemilu 2019. Keputusan ini sudah final. (yud/dtc)

baca LAINNYA