Panwaslu PPU Stop Kasus Pencatut KTP


korankaltim
korankaltim
2013-02-25 01:13:29
PENAJAM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) menghentikan pengusutan kasus pencatutan fotokopy KTP dan tandatangan palsu sebagai dukungan tiga pasangan bakal calon (balon) perseoarangan di Pilbup PPU. Keputusan itu ditegaskan Ketua Panwaslu PPU, Masnur kepada Koran Kaltim menyusul hasil keputusan rapat pleno Panwaslu sepakat menghentikan karena pihak pelapor dan terlapor berdamai. Selain itu, batas waktu laporan juga kedaluwarsa, pelapor harus melengkapi bukti laporan paling lama tujuh hari setelah terjadi pelanggaran. “Kami sudah periksa laporan warga yang keberatan fotokopy KTP dijadikan dukungan tanpa izin dan tandatangan di palsukan untuk dokumen dukungan balon jalur perseorangan. Sesuai hasil mediasi terlapor dan pelapor, sepakat berdamai, apalagi kedua balon yakni Muhammad Heriansyah Andrian-Suhardjono dan Hairil Wahyuni-Husein Assegaf sudah dinyatakan gugur oleh KPU PPU,” terangnya.

Pihaknya juga menemukan beberapa bukti laporan tak sesuai ketentuan yang ditambah dengan beberapa saksi dibutuhkan tak hadir saat dipanggil memberikan keterangan. Karena itu, melalui rapat pleno, Panwaslu memutuskan kasus itu tak memenuhi syarat formal dan tidak bisa ditindaklanjuti. Seperti diberitakan sebelumnya, bakal pasangan calon jalur perseorangan, Muhammad Heriansyah Andrian-Suhardjono, Imam Raharjo-Isman dan Hairil Wahyuni-Husein Assegaf  dilaporkan warga ke Panwaslu karena mencatut fotokopy KTP dan palsukan tandatangan untuk dokumen dukungan maju di Pilbup PPU. (nav)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
1 tahun yang lalu | dibaca 562 kali
img
korankaltim
korankaltim
1 tahun yang lalu | dibaca 1.569 kali
img