Perpisahan Manis Lahm-Alonso


korankaltim
korankaltim
2017-05-22 07:10:43
MUNICH - Philipp Lahm dan Xabi Alonso telah memutuskan untuk gantung sepatu bersama Bayern Munchen di akhir musim ini. Dan kedua pemain veteran itu pun menutup musim dengan manis karena kembali membawa Munchen menjadi juara Bundesliga. Bedanya, kali ini Lahm dan Alonso membawa timnya juara bersama pelatih baru, allenatore asal Italia, Carlo Ancelotti.

Trofi Bundesliga musim ini telah diberikan kepada Munchen pada laga terakhir musim 2016/17. Perayaan trofi itu pun terlihat manis karena Munchen berhasil menang atas tim tamu, Freiburg dengan skor 4-1, Sabtu (20/5) malam lalu. Munich pun menutup musim 2016/17 dengan trofi Bundeslita kelima beruntun, serta rentang selisih poin hingga 15 dari rival terdekat yang merupakan tim kejutan, RB Leipzig.

Lahm bermain sebagai kapten pada laga tersebut. Bek sayap berusia 33 tahun itu telah 15 tahun bermain untuk Munich. Lahm yang merupakan produk asli akademi Munich itu menghabiskan sepanjang kariernya dengan kontrak bersama tim Bavaria tersebut. Meski begitu, Lahm muda pernah menimba ilmu sebagai pemain pinjaman selama dua musim di VfB Stuttgart.

Dalam hal trofi, Lahm memiliki koleksi yang lengkap bersama Munchen. Selain sudah memenangi delapan trofi Bundesliga dan enam Piala Jerman, Lahm pun ikut membawa Munich menjuarai Liga Champions 2012/13, Piala Super Eropa 2013, dan Piala Dunia Antarklub 2013.

Dalam perjalanan kariernya, Lahm tercatat tiga kali ikut mengantar Munchen ke final selain musim 2012/13 yakni pada musim 2009/10 dan 2011/12, Di level negara pencapaian Lahm sempurna usai membawa timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil. Sayang ia dan Jerman alah di final Piala Eropa 2008 dari timnas Spanyol yang dibela Xabi Alonso.

“Saya jelas sekali campur aduk perasaannya saat ini, merayakan bersama kawan-kawan untuk yang terakhir kali,”kata Lahm kepada Sky Deutschland seperti dilansir dari ESPN FC. “Ini adalah hari yang penuh emosi. Saya begitu banyak pengalaman,”sambung Lahm.

Serupa seperti Lahm, Alonso pun komplet dalam hal menyumbang trofi untuk tim yang ia bela sepanjang kariernya. Xabi Alonso sudah meraih dua trofi Liga Champions bersama Liverpool (2004/05) dan Real Madrid (2013/14). Di samping itu, Alonso mengantar Liverpool menjuarai Piala Super Eropa (2005) dan Piala FA (2005/06). Lalu di Madrid dia sekali membawa Los Blancos juara La LIga (2011/12) dan dua kali Piala Raja (2010/11 dan 2013/14).

Alonso yang dibawa pelatih sebelumnya, Pep Guardiola dari Real Madrid ikut mengantar Munich meraih tiga gelar bundesliga dan satu Piala Jerman. Di tingkat tim nasional, Alonso lebih baik capaiannya dibandingkan Lahm. Alonso ikut membawa timnas Spanyol dua kali juara Piala Eropa (2008 dan 2012) serta sekali juara Piala Dunia (2010).

“Saya sangat bahagia karena akhirnya tiba waktu bagi saya menutup waktu sebagai pesepak bola. Di dalam [hati] sini begitu banyak emosi. Ada momen-momen dalam pertandingan di mana saya sudah lama ingin berhenti,”ujar Alonso.

Pria berusia 35 tahun itu menebak dirinya akan sulit mengatasi jenjang kehidupan yang drastis dari seorang pesepak bola menjadi seorang pensiunan lapangan hijau. “Tapi kehidupan terus berlanjut. Ada tantangan-tantangan baru bagi saya. Inilah saat untuk mencobanya,”sambung Alonso. (cnc/mar)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
1 tahun yang lalu | dibaca 765 kali
img
korankaltim
korankaltim
1 tahun yang lalu | dibaca 537 kali
img